Home » » HIV AIDS Menyerang Ibu Rumah Tangga

HIV AIDS Menyerang Ibu Rumah Tangga

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 28 Oktober 2011 | 5:48 PM

Kabar Sulawesi - Makassar : Para ilmuwan seakan berlomba dengan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh..Pencarian obat dan vaksin terus dilakukan serta kampanye pencegahan penularan dilakukanbesar-besaran. Adalah Penyakit HIV/AIDS telah membunuh sekitar 25 juta orang di seluruhdunia sejak ditemukan pertama kali pada tahun 1981. Tetapi angka tersebut bukanlah akhir,karena penderita dan korban HIV/AIDS terus bertambah.

Khusus di Sulawesi Selatan data terbaru menyebutkan, Jumlah penderita HIV AIDS di Sulawesi Selatan tahun ini mencapai 3.918 jiwa, mengalami peningkatan 60 persen dari 2010 yang hanya mencapai 2.400 jiwa. Penderita penyakit kelamin di daerah ini berada diurutan ketiga setelah Papua dan DKI Jakarta. Sulawesi Selatan juga menduduki urutan ketujuh penderita HIV dan kedelapan pengguna narkoba di Indonesia. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengklaim ibu rumah tangga banyak terjangkit penyakit kelamin Human
Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Kalangan ibu rumah tangga terserang virus setelah berhubungan seks dengan pasangan resmi. Anak yang dikandung, juga harus menerima penyakit bawaan yang ditularkan melalui orangtua. Halini bias terjadi, karena prilaku sang suami yang melakukan hubungan seks bebas dengan pasangan homoseksualnya, yang membuat mereka tertular.

Sejak epidemi HIV dimulai 20 tahun lalu, stereotipe yang beredar di masyarakat tentang penderita HIV yaitu para gay, pemakai narkoba dan para pekerja seks komersial-lah yang mendapat label tersebut. Faktanya, semua orang bisa terkena HIV, dari usia tua, muda, kaya, miskin, wanita, pria, maupun anak-anak dan dari berbagai macam profesi. Oral seks sering kali dianggap sebagai cara “aman” melakukan hubungan seksual. Faktanya, berdasar penelitian, cairan tubuh yang terinfeksi seperti semen dan sekresi vagina yang mengandung konsentrasi virus HIV tinggi bisa memasuki aliran darah melalui membran mukosa mulut.

Banyak remaja percaya, satu-satunya risiko berhubungan seks tanpa proteksi adalah kehamilan. Karena itu dipakailah pil KB, oral seks dan ejakulasi di luar demi mencegah kehamilan. Padahal, banyak hal yang harus dikhawatirkan selain kehamilan yakni adanya penyakit menular seksual (PMS) seperti sifilis, herpes, termasuk HIV yang bisa mengancam kehidupan.

WHO melansir jumlah terbaru pengguna obat AIDS yang terus bertambah hingga berkali-kali lipat. Hal itu tercermin dari lonjakan luar biasa orang yang menggunakan obat AIDS dari 1,2 juta orang pada tahun lalu menjadi 5,2 juta orang. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia PBB (World Health Organization/WHO), antara 2003 hingga 2010, jumlah pasien yang mendapatkan pengobatan antiretroviral meningkat hingga dua kali lipat. (admin/dari berbagai sumber)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer