Home » » Menyoal Penyaluran Sapi Tahun 2010

Menyoal Penyaluran Sapi Tahun 2010

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 07 Oktober 2011 | 4:23 PM

Kabar Sulawesi - Parepare : Pengadaan sapi yang pernah dilasurkan pemerintah kota parepare tahun 2010, melalui dinas pertanian kehutanan, kelautan dan perkebunan kembali disoal,  diduga tidak tepat sasaran untuk pengadaan sapi produktif tahun 2010 yang dianggarkan dari dana anggaran pembiayaan belanja daerah sebesar Rp. 414.000.000,-

Pengadaan sapi produktif tersebut peruntukkannya untuk memacu perkembangan  peternakan sapi sekaligus kesejahteraan mayarakat petani dikota parepare, namun kenyataan yang ada dilapangan  tidak saesuai  dengan peruntukkannya,  hanya disalurkan kepada oknum  tertentu  dan orang-orang yang dianggap dekat sehingga tidak memberikan peluang bagi peternak yang semestinya  mendapatkan bantuan sapi tersebut untuk dikembang biakkan

AS.OEDIN,SH Wakil ketua Forum Ketahanan Nasional (FORTANAS) kepada kabar sulawesi.com kamis 6 oktober 2011, mengatakan kasus penyalah gunaan pengadaan sapi produktif  2010 yang melibatkan A.Djuraid Rauf ( Pejabat pelaksana tekhnis kegiatan) dinas PKPK yang pernah  dilaporkan sampai sekarang tidak ditindak lanjuti oleh pihak penyidik kepolisian

Adapun penyaluran sapi produktif  tersebut  tidak tepat sasaran dan  hanya dinikmati oleh oknum Lurah oknum LSM, dan oknum wartawan, Oedin  juga mengatakan kalau Pejabat pelaksana tekhnis kegiatan tersebut sudah dijadikan tersangka oleh pihak penyidik kepolisian parepare, namun kasus tersebut mandet kata AS,Oedin,SH

Sementara itu kepala dinas PKPK  IR.Hj.Damila Husain saat dikonfirmasi terkait penyaluran bantuan sapi yang tidak tepat sasaran oleh wartawan kabarsulawesi.com diruang kerjanya, apa yang ditudingkan Wakil Ketua FORTANAS itu sama sekali tidak benar karena bantuan sapi yang disalurkan kekolompok tani punya Berita Acara Penerimaan, dan mengenai oknum lurah, LSM,dan wartawan yang ia maksud sama sekali tidak benar ada arsip nama-nama yang menerima bantua sapi.

Adapun penyerahan bantuan sapi dari pejapat pelaksana tekhnis kegiatan kekolompok tani telah dilengkapi berita acara penerimaan dan kalau dianggap ragu silahkan kroscek langsung dilapangan, mari kita sama-sama turun membuktikan, mengenai PPTK yang katanya ia anggap tersangka juga tidak benar karena yang dilaporkan waktu yang tidak kebagian dan bantuan sapi tersebut  secara fisik dan kontrak tidak ada masalah kata Damila. (ruslan nawir)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer