Home » » Kurang Pengawasan Defisit Di Parepare Semakin Mencekam

Kurang Pengawasan Defisit Di Parepare Semakin Mencekam

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 15 November 2011 | 1:02 PM

Kabar Sulawesi – Parepare : Terjadinya defisit anggaran disebabkan karena kurangnya fungsi pengawasan legeslatif kepada eksekutif, bahwa DPRD  kota parepare mempunyai  pariabel khusus , sehingga terjadi defisit APBD  karena fungsi dan kontrol Budjeting ( anggaran ini diakibatkan karena terindikasi faktor kesengajaan persekongkolan)Aktivis LSM dan Advokat  Harun Abu Bakar, SH kepada kabarsulawesi.com mengatakan tata kelolah keuangan yang baik tidak dilaksanakan oleh pemerintah dan legeslatif sesuai UU otonomi daerah sehingga dari pengamatan kami  \sangat terjadi korupsi, sehingga APBD tersebut berdampak sistemik yang mempengaruhi turunnya pelayanan publik serta turunnya kinerja SKP dan program-program perencanaan pembangunan yang dilkukan secara berjenjang untuk menutupi defisit itu dan hanya mengambil 2alokasi pos penerimaan daerah yaitu PAD  dan DAU yang merupakan hak mutlak masyarakat parepare

Harun juga mengatakan kurang lebih 122 ribu jiwa penduduk kota parepare dalam artian hanya 1000 orang yang mengakibatkan Defisit anggaran  yang mencapai 200 miliar dengan  mengorbankan kepentingan masyarakat 121 ribu jiwa, salah satu indikasi tidak adanya empati terhadap  defisit anggaran dengan seenaknya  menganggarkan pengadaan mobil dinas sedan  toyota Camri

Dengan terjadinya defisit  anggaran tesebut yang menyebabkan kerugian atau menguapnya dana 200 M, kemana dana tersebut sehingga bisa terjadi defist puluhan miliar bahkan sampai ratusan miliar dan upaya apa yang harus dilakukan oleh pihak pemerintah kota agar bisa menutupi  defisit tersebut, sebaiknya direkomendasikan untuk diproses secara hukum dan jangan mencari alternatif pemaaf kata Harun Abu Bakar. (ruslan nawir}
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer