Home » » Proyek Sekolah Diduga Tak Sesuai Bestek ?

Proyek Sekolah Diduga Tak Sesuai Bestek ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Minggu, 13 November 2011 | 1:50 AM


Kabar Sulawesi – Parepare : Proyek DAKdinas pendidikan kota parepare 2010 yang diluncurkan pekerjaannya ditahun 2011, perlu pengawasan tidak menutup kemungkinan proyek yang dananya bersumber dari APBN itu, untuk sekolah dasar dan menengah banyak yang terlambat pekerjaannya, pekerjaan dana alokasi tersebut yang sudah dipihak ketigakan, yang kini dikerjakan oleh kontraktor sudah jelas banyak perbedaan sewaktu masih dikelolah oleh sekolah.

Hasil pantauwan media online kabarsulawesi.com dibeberapa pekerjaan dana alokasi khusus seprti penggunaan kayu,  banyak yang menggunakan kayu jenis kumea, kayu ini memang termasuk kayu golongan kelas 1 hanya saja apakah sesuai dengan anggaran Rencana anggaran Biayanya, kalau tidak bisa saja terjadi mark-up anggaran

Aktivis LSM-LPBB, lembaga patroit bangsa, Ruslan sapaan cullank sabtu, 11 November 2011 mengatakan masalah kayu yang digunakan pada pekerjaan DAK itu, bukalah masalah karena kemungkinan tidak dicantumkan pada RABnya, bahwa penggunaan kayu harus kayu Bayam, yang ada hanya dicantumkan kayu kelas satu, sementara kayu kumea juga masuk jenis kelas 1 yang harus diawasi anggarannya yang ada pada rencana anggaran biaya 9 juta  sementara harga pasaran kayu kumea hanya kurang lebih 5 perkubik.

Adapun keterlambatan pekerjaan, sudah melewati batas kontrak yang ditentukan seharusnya dihentikan dan tidak bisa dilanjutkan lagi, serta tidak ada alasan untuk diadendum, silahkan pihak dinas pendidikan menghentikan pekerjaan tersebut dan pembayarannya disesusikan dengan pekerjaannya kata cullank. (ruslan nawir)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer