Home » » Manajemen Keuangan Pemkot Parepare Amburadul ?

Manajemen Keuangan Pemkot Parepare Amburadul ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 06 Januari 2012 | 12:16 AM

Kabar Sulawesi  - Parepare : Manajemen  pengelolaan keuangan pemkot kota parepare dinilai sangat fatal, terkait pencairan dana rekanan  pada kegaiatan dinas tata kota dan wasbang,  yang seharusnya dicairkan yaitu dana pokok dari pekerjaan proyek tersebut, malah sebaliknya yang cair hanyalah dana Retensi dari anggaran pokok , dan ini pertama kalinya terjadi dikota parepare, aneh bin ajaib, sangatlah tidak logis hal seperti ini duluan Retensi dari pada pokok anggaran, kekecewaan tersebut dialami salah satu rekanan CV.Satria Perkasa H. Abbas paserroi, sangat disesalkan kejadian dengan bobroknya manajemen pengelolaan keuangan pemkot sangat merugikan kami selaku pelaksana kegiatan yang sudah menyelesaikan  progres pekerjaan hingga 100 persen,

Sementara itu aktivis LSM Sorot Andi Asrida kepada kabarsulawesi kamis 5 januari 2012 mengatakan sangat disayangkan mekenisme pembayaran tersebut pada kegiatan infrastruktur yang bersumber dari dana APBN tersebut, yang seharusnya  merujuk pada buku kontrol atau kartu kontrol kegiatan itu, sebagai pengelolah keuangan pemkot, dalam dalam hal ini kepala bahagian keuangan Darwis Sani, S.sos haruslah jeli melihat dan sebaiknya profesional dalam melakukan pembayaran, namanya kabag keuangan itu adalah sosok pejabat publik tentunya memeneks keuangan secara profesional dengan tahapan mekanisme pembayaran yang benar dan tidak mengorbankan pelaku jasa konstruksi (rekanan)

Ironisnya kesalahan fatal yang dilakukan oleh pihak pengelolah keuangan pemkot yakni melakukan pembayaran Retensi yang seharunya dibayar itu uang pokok, sangat disayangkan kejadian seperti ini kata Rida, sementara kasi keuangan pemkot  NOLDI saat dimintai keterangannya terkait pembayaran Retensi tersebut, ia mengatakan ada kesalah pahaman karena rekana memasukkan berkas pencairannya bersamaan dengan Retensinya, dan kemungkinan waktu sangat mendesak, seharusnya pihak rekanan tidak memasukkan berkasnya secara bersamaan, berkas pembayaran uang pokok dengan berkas pencairan uang Retensinya, noldi juga menambahkan kalau pembayaran pekerjaan pokoknya akan tetap dibayar. Ruslan nawir
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer