Home » » Dana BOS di Salahgunakan ?

Dana BOS di Salahgunakan ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 13 Maret 2012 | 11:24 PM

Kabarsulawesi - Makassar : Banyaknya pembelian buku yang terjadi di Sekolah-sekolah yang berada di Kota Makassar utamanya  SD dan SMP di duga telah menyalahi aturan dari Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku karena buku tersebut di perjual belikan kepada anak-anak yang sekolah di sekolah tersebut padahal dananya sudah ada dari Dana BOS. Hal ini terungkap ketika salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kota Makassar yaitu LSM Komisi Nasional Pengawas Aparatur Negara Republik Indonesia (Komnas Waspan RI) Makassar ketika mengadakan kegiatan Pengawasan, Investigasi dan Monitoring kepada seluruh sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kota Makassar di duga telah terjadi penyalahgunaan Dana BOS yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

Ketua Komnas Waspan RI Makassar, Drs. Shaffry Sjamsuddin yang dikonfirmasi seputar temuannya ketika mengadakan Pengawasan terhadap sekolah-sekolah mengenai penyalahgunaan Dana BOS beberapa beberapa waktu lalu mengatakan bahwa, “Dana BOS memang sangat rawan untuk disalahgunakan karena modusnya dengan dalih pembelian buku LKS yang bekerja sama dengan beberapa penerbit buku di duga telah diperjualbelikan. Itu yang terjadi dan di lakukan Oleh beberapa Oknum Kepala sekolah (Kasek) diantaranya Kasek SMP Negeri 6 Makassar, SMP Negeri 27 Makassar dan SMP Negeri 23 Makassar , “ujarnya.

Selain itu, tambah Shaffry Sjamsuddin mengakui bahwa selain temuan terhadap ketiga sekolah SMP Negeri tersebut diatas, ada juga beberapa sekolah SD yang berada di Kota Makassar di duga juga telah menyalahgunakan Dana BOSnya diantaranya SD Inpres Antang I Makassar wilayah kecamatan Manggala yang Kaseknya bernama Siti Nurhidayah, S.Pd pada tahun 2011 mendapatkan Dana BOS sebesar Rp. 52 juta untuk Triwulan ketiga di duga laporannya fiktif tidak sesuai Juknis dan pada tahun 2012 ini dananya bertambah ketika dipertanyakan mengenai dananya terkesan tertutup karena papan informasinya disembunyikan bahkan dengan sombongnya malah menantang untuk dilaporkan karena berpikir bahwa dirinya mempunyai beking wartawan salah satu media cetak di makassar,”katanya.

Hal yang sama, masih menurut Shaffry Sjamsuddin,  terjadi pada Kasek SD Inpres Maccini Sombala 1 Makassar wilayah kecamatan Tamalate, Neneng Nur Endah, S.Pd, M.Pd juga diduga menyalahgunakan Dana BOSnya karena memperjualbelikan buku LKS, membebankan biaya pembelian buku kepada murid, membebankan biaya Rp. 70 ribu untuk pembangunan WC umum dan menyalahgunakan Biaya Bantuan Miskin yang diterima sebanyak 37 orang. permurid yang seharusnya diberikan kepada murid sebanyak Rp. 360 ribu perorang malah disalahgunakan dibelanjakan baju dan buku itupun tidak tepat sasaran karena yang mendapat baju dan buku tersebut kebanyakan dari anak-anak guru yang mengajar disekolah tersebut sementara yang betul-betul miskin tidak mendapat apa-apa padahal ia sudah meminta surat keterangan miskin dari kelurahan, “ungkapnya.

Adapun dugaan lain yang terjadi pada Sekolah SD Inpres Bawakaraeng Makassar wilayah kecamatan Makassar  yang Kaseknya Bernama Murniati, S.Pd diduga menyalahgunakan Dana BOSnya dengan laporan fiktif pada tahun 2011 Triwulan keempat sebanyak Rp. 46.600.000,- karena waktu dikonfirmasikan ke Bendahara, bendaharanya tidak tau menahu tentang dana BOS tersebut. Apalagi untuk tahun 2012 ini dana bosnya bertambah, makanya dengan banyaknya laporan dan temuan dari kami melalui Komnas Waspan RI Makassar ini akan kami laporkan kepada pihak yang berwenang,”kata Shaffry Sjamsuddin.

Sejak berita ini naik cetak belum ada Kepala Sekolah yang diperiksa, untuk itu lami berharap kepada pihak yang berwenang untuk mengusutnya dengan tuntas kalau perlu ditangkap saja agar tidak ada lagi para kepala sekolah yang berani lagi menyalahgunakan dana BOS. (Muh. Haruddin)   
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer