Home » » Kapolda SulselBar Diminta Turun Tangan Kayu Ulin Asal Kaltim Marak di Barru

Kapolda SulselBar Diminta Turun Tangan Kayu Ulin Asal Kaltim Marak di Barru

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 13 April 2012 | 5:56 PM


inilah kayu ulin itu
Kabarsulawesi – Barru : Ratus kubik kayu batangan jenis ulin masuk di Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru. Kayu yang masuk tersebut, diduga keras tidak memiliki dokumen, dan kalaupun ada, dukumen tersebut disinyalir dokumen “ Aspal “ ( asli tapi palsu red ). Hal tersebut dapat dilihat dari ciri – ciri mesin petong yang dipakai dalam mengolah kayu.

Kayu olahan yang dikeluarkan oleh perusahaan ciri – cirinya adalah bekas potongannya kelihatan halus karena mesin yang dipakai adalah mesin benso. Sedangkan kayu mesin yang dipakai olahan jenis kayu ulin yang masuk di Cilellang hasil potongannya terlihat kasar dan itu berarti senso. Dengan demikian, kayu tersebut dapat dipastikan adalah kayu hasil “ curian “.
Selain itu, kayu ulin masuk di Desa Cilellang dibongkar di pesisir pantai pada saat malam hari dan hal tersebut bertentangan dengan Undang – Undang No 41 1999 Tentang Kehutanan , kayu antar pulau dibongkar di pelabuhan kemudian  disaksikan oleh pihak kehutanan guna mengecek jumlah kubikasi kayu yang datang, jenis kayu, dan melihat ukuran – ukurannya, apakah sudah sesuai dengan dokumen yang ada.

Namun ketentuan – ketentuan tersebut diatas sebagaimana yang diatur dalam Undang – Undang N0 41 Tahun 1999 tentang kehutanan, tidak berlaku bagi Ladame, seorang pengusaha kayu ulin yang tinggal di Desa Cilellang. Ladame mendatangkan kayu ulin dari Kalimantan Timur  kemudian membongkarnya di pesisir pantai tanpa ada penyaksian dari petugas Dinas Kehutanan daerah ini, sehingga disinyalir kayu ulin tersebut adalah kayu ulin hasil curian.

Yang menjadi pertanyaan adalah, meskipun orang yang disebut-sebut bernama Ladame, yang konon salah seorang pengusaha kayu di Barru sudah sering mendatangkan kayu ulin dari Kalimantan Timur yang diduga ilegal tersebut, namun aparat kepolisian Polres Barru tidak pernah melakukan tindakan hukum, khususnya aparat ke-polisian KP3 Werrangnge. Untuk itu, Kapolda SulselBar (Sulawesi Selatan dan Barat) diminta turun tangan memeriksa dokumen kayu yang dimiliki Ladame, karena meskipun kegiatan bongkar kayu ulin tersebut sudah sering dimuat di media cetak namun aparat kepolisian Polres Barru terkesan melakukan pembiaran ? (admin)

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer