Home » » Erwin Wartawan Pare Pos Dipukul Preman

Erwin Wartawan Pare Pos Dipukul Preman

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 22 Juni 2012 | 2:54 PM

Kabarsulawesi – Wajo : Kekerasan dan pemukulan terhadap pekerja Pers kerap saja terjadi. 

Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Sulsel, Sulhayat Takdir, SH, mengecam aksi kekerasan terhadap wartawan Pare Pos tersebut.

“Ini menjadi pekerjaan rumah organisasi Pers dan dewan Pers untuk mesosialisasikan pemahaman masyarakat tentang tugas para jurnalis, sehingga tindakan premanisme yang dilakukan masyarakat terhadap pekerja pers benar-bena dipahami”. Katanya.

Sulhayat juga menegaskan, bahwa, pemukulan atau apapun judulnya yang bersifak kekerasan terhadap para jurnalis, harus diambil tindakan tegas.

“Polisi harus memproses persoalan ini. Pelakunya segera ditanggap”. Tegasnya.
Andi Erwin,  30 tahun, wartawan Pare Pos Biro Sengkang, dikeroyok oleh kelompok pemuda di Jalan Anggrek Sengkang, sekitar 40 meter dari kantor Palopo Pos saat perjalanan pulang ke rumahnya diantar rekannya, Jumardin yang juga wartawan salah satu media yang bertugas di Wajo, Rabu, 27 Juli.

Kronologisnya, dalam perjalanan pulang, Andi Erwin yang dibonceng sepeda motor diadang para pelaku.
Sebenarnya, saat Erwin bersama rekan yang memboncengnya mengetahui dibuntuti sekitar 7 unit sepeda motor, mereka memutar motor dan mencari jalan yang lebih aman. Sayangnya mereka dikejar, apalagi diketahui si pelaku bersama rekannya ini adalah pembalap motor.

Akhirnya tiba di perempatan Jalan Anggrek-Bau Mahmud, motor yg dikendarai Andi Erwin di tendang sehingga terjatuh. Disitulah terjadi penganiayaan. Ada yang menghantam menggunakan batu, ada juga balok. Karena luka yang serius di bagian kepala sehingga korban dirujuk ke RSU di Makassar.
Informasi lain yang beredar menyebut, persoalan korban dengan salah seorang pelaku bermula sejak 2008 lalu, Bahkan pelaku pernah dilaporkan ke kepolisian oleh korban. Pelaku pengeroyokan yang belakangan diketahui bernama Ochen beserta rekannnya belum diketahui keberadaannya.

Salah seorang warga, Marsose, yang juga wartawan Palopo Pos mengatakan, ia baru mengetahui rekannya dikeroyok setelah Jumardin lari ke kantor Palopo Pos meminta pertolongan. Saat tiba di TKP, Marsose melihat Andi Erwin  sudah berlumuran darah dan pelaku pengeroyokan sudah kabur.
Bahkan salah seorang warga bernama Majid yang berniat mengamankan korban saat dikeroyok juga kena hantaman balok dan kepalanya juga terluka.

Sebelum dilarikan ke RSUD Lamaddukelleng, Andi Erwin sempat dibawa ke kantor biro Palopo Pos. Terkait insiden yang dialaminya, menurut Marsose, dari penuturan korban, sebelumnya di hajatan pernikahan tersebut kedua belah pihak sempat baku pukul  dan saat itu juga hiburan elekton dihentikan sehingga penonton bubar.

Korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Wahidin Sudirohusodo Makassar karena mengalamai luka serius. Selain tulang di bagian dahi bergeser, juga bagian kepala mengalami bocor akibat hantaman benda keras. Tak hanya itu, anggota badan lainnya, seperti kedua lutut mengalami luka. Sedangkan, Jumardin rekannya, mengalami luka robek di bawah dagu dan memar di dagu. Selain itu, terdapat luka jahit di bagian kaki sebelah kanan, serta luka lecet. (admin)

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer