Home » » Pupuk Gernas Kakao Tak Disalurkan, Petani Demo Gubernur Sulbar

Pupuk Gernas Kakao Tak Disalurkan, Petani Demo Gubernur Sulbar

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 22 Juni 2012 | 3:57 PM

Kabarsulawesi – Sulbar : Usai melakukan aksi orasi di Jalan Andi Pangeran Pettarani tepat di depan kantor Bank Mega Mamuju,  ratusan warga petani kakao yang rata-rata berasal dari luar kota, mereka menuju ke Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), dengan menggunakan truk dan sepeda motor, para petani terus meneriakkan rasa kekecewaan mereka terhadap kepemimpinan Anwar Adnan Saleh. 

Aksi petani kakao ini memang dipicu karena, pupuk yang dijanjikan oleh Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh hingga saat ini belum juga didistribusikan. Pupuk yang dimaksud para petani adalah pupuk yang akan digunakan untuk program Gernas Kakao. Bahkan mereka membawa spanduk dengan tulisan "Pupuk Tidak Turun, Gubernur Harus Turun". Mereka menuntut Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, menepati janjinya menyalurkan pupuk program gerakan nasional (Gernas) Kakao.

Para petani ingin menemui Anwar dan mempertanyakan masalah tersebut. Namun keinginan mereka tidak tercapai karena Anwar sedang tidak berada di Mamuju. Anwar sedang berada di Amerika menghadiri pertemuan tentang kakao dimana dia merupakan salah seorang pembicara.

Sekretaris Provinsi Sulbar, Ismail Zainuddin sebenarnya bersedia menemui para petani. Dia bahkan sudah berada di depan para petani. Namun, petani menolak berdialog karena mereka menganggap sekprov bukan sebagai pengambil kebijakan.

Anggaran pengadaan pupuk untuk 2012 ini sebesar Rp37,5 miliar. Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Mukhtar Belo mengakui belum tersalurkannya pupuk hingga saat ini. Namun dia mengatakan kalau pupuk yang dimaksud sudah ada di perjalanan dan segera disalurkan ke kabupaten-kabupaten.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perkebunan Dinas Perkebunan Sulbar Tanawali mengatakan  sebanyak 24 kontainer berisi pupuk dari program Gernas Kakao akan tiba di pelabuhan Soekarno-Hatta Makasar, selasa (26/6) subuh,kapal pengangkut 30 kontainer juga berlabuh di Makassar. Semua diangkut dari Surabaya dan per kontainer berisi 22,5 ton pupuk. Pupuk itu akan langsung disalurkan ke setiap kabupaten, tanpa melalui Pemprov Sulbar atau birokrasi lainnya lagi.

”Selama ini pupuk ditender pada Agustus. Namun 2012 ditender pada Maret. Memang, prosesnya dimulai Februari 2012.Tapi kan ada tahapannya. Bahkan kami baru menandatangani kontrak dengan pemenang tender asal Surabaya, PT MujileSaktiConvensindopada9 April 2012,” kata PPK Gernas Kakao ini di ruang kerjanya,kemarin. Pupuk yang disalurkan,lanjutnya, tidak bisa dibeli di sembarang tempat. Sebab sudah ada ketentuannya dan bahkan sebelum pupuk dipacking, diperiksa petugas.

Tanawali pun menegaskan, tugas dan kewenangan menyalurkan pupuk berada di kabupaten. Pemprov hanya bertugas fasilitator, sebab anggaran yang bersumber dari DIPA itu melekat pada provinsi. Secara rinci disebutkan bahwa Kabupaten Mamuju mendapat pupuk 1.393.000 kilogram (kg), Mejene 445.600 kg, Mamuju Utara (Matra) 852.000 kg, Polewali Mandar (Polman) 1.118.000 kg dan Kabupaten Mamasa 612.000 kg. Sehingga total pupuk yang akan disalurkan ke petani Sulbar sebanyak 4.420.600 kg. Ditempat terpisah Kepala Dinas Perkebunan Sulbar Mukhtar Belo mengatakan,selama empat tahun pelaksanaan Gernas Kakao,penyaluran pupuk tahun ini justru yang tercepat. (admin)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer