Home » » Bupati Pinrang Tersandung Kasus Rekening Gendut

Bupati Pinrang Tersandung Kasus Rekening Gendut

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 17 Oktober 2012 | 3:00 PM



Kabarsulawesi – Pinrang : Tindak Pidana Korupsi adalah penyakit populer yang telah tumbuh dan mengakar kuat di berbagai sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Penyakit ini menyerang dengan cepat, terpola secara konstruktif dan sistematis pada suatu kelompok yang sederhana sampai dengan tataran birokrasi yang kompleks. Tindak Pidana Korupsi ibarat penyakit yang kronis, yang membutuhkan penanganan serius serta komitmen bersama yang kuat untuk memberantasnya.

Demikian di katakan SOMASI (Solidaritas Masyarakat Anti Korupsi) Sulselbar, yang mengirim press rilist via email ke kantor Berita Kabarsulawesi.com, yang melakukan investigasi adanya aliran dana pinjaman pemkab Pinrang yang masuk ke rekening Pribadi Bupati Pinrang, Andi Aslam Patonangi.

Hasil Investigasi SOMASI (Solidaritas Masyarakat Anti Korupsi) Sulselbar menyampaikan hasil investigasi yang telah dilakukan dengan fakta-fakta ;

1.      Akta Perjanjian Kredit Nomor 2a tanggal 6 Oktober 2009 antara A. Aslam Patonangi dengan Drs. M. Burhan Lemba yang dinotariskan oleh Andi Sengngeng Pulaweng Salahuddin, SH. M.Kn, dengan besar pokok pinjaman adalah sebesar  Rp. 31,5 M;
2.      Bersadarkan Akta Perjanjian Kredit Nomor 2a tanggal 6 Oktober 2009 pasal 6 tentang sumber pembayaran tertulis bahwa pembayaran kembali menerima pinjaman baik pinjaman pokok maupun bunga dan biaya-biaya lainnya diharapkan bersumber dari :
a.      Penerimaan Pemerintah Kebupaten Pinrang yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Tahun Anggaran 2009 dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pokok Tahun Anggaran 2010;
b.      Apabila masa jabatan Bupati telah berakhir dan atau berhenti dari jabatannya, maka sisa pinjaman menjadi tanggungjawab Bupati periode berikutnya untuk melakukan pelunasan pinjaman sesuai dengan Pinjaman Kredit;
3.      Rekening Koran dengan Nomor Rekening : 0050-005-000014785-5 atas nama Aslam Patonangi, Haji, Andi, SH, M.Si yang beralamat di Jalan Tupai No. 1 Watang Sawitto Pinrang menjelaskan bahwa telah terjadi sejumlah transaksi antara lain :
a.      Pencairan kredit pemda Kabupaten Pinrang sebesar Rp. 10 M tertanggal 26 November 2009;
b.      Pencairan Pinjaman pemda TK II Pinrang sebesar Rp. 5 M tertanggal 21 Desember 2009;
c.       Pencairan kredit Pemda Pinrang sebesar Rp. 10 M tertanggal 28 Desember 2009, dan;
d.      Pemindah Bukuan ke Rekening Pemda Pinrang sebesar Rp. 2,5 M tertanggal 31 Desember 2009.
4.      Rekening Koran tersebut di atas diperkuat oleh Buku Jurnal Penerimaan Kas Kabupaten Pinrang;
5.      Alamat yang tertera pada Surat Tanda Pembukaan Kredit pada PT. Bank Sulsel (Persero) yang ditandatangani oleh Akhmad Ardi Rusman No. 310/STPK/2009 adalah beralamat di Jalan Bintang Kabupaten Pinrang. Alamat ini berbeda dengan alamat yang ada pada Rekening Koran yakni di Jalan Tupai No. 1 Pinrang, dan;
6.       Tidak ditemukan adanya surat persetujuan dari DPRD Pinrang tentang sumber pembayaran pinjaman kredit Akta Perjanjian Kredit yakni bersumber dari APBD Perubahan 2009 dan APBD Pokok 2010 Kabupaten Pinrang. (admin)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer