Home » » Daya Serap APBD Lutim Masih Rendah

Daya Serap APBD Lutim Masih Rendah

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 17 Oktober 2012 | 2:52 PM



Kabarsulawesi.com – Luwu Timur : Hingga triwulan Ke III di tahun 2012 ini, ternyata daya serap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APDB) Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan masih tergolong rendah. Bahkan sebanyak 22 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang daya serapnya masih dibawah 50%.

Hal terungkap dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) triwulan III tahun anggaran 2012 pelaksanaan pembangunan yang di gelar oleh  Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Luwu Timur, di  Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Selasa (9/10)  lalu.

Rapat Monitoring dan evaluasi Triwulan III Tahun 2012 ini dibuka asisten Adminsitrasi umum, Drs.Rapiuddin Tahir,M.Si, didampingi Kepala Bappeda Luwu Timur, Drs.Achmad Masud,MM dan Kepala Inspektorat, Drs.Amir Kapeng.

Di depan seluruh kepala SKPD dan para peserta rapat Monitoring, Asisten III,Rapiuddin Tahir menungkapkan bahwa Bappeda sebagai penanggungjawab atas aktivitas monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan Pemerintah Daerah,  kiranya dapat mengidentifikasi apakah pelaksanaan kegiatan sudah sesuai dengan perencanaan dan apakah perencanaan sebelumnya telah dilakukan dengan benar dan optimal sebagai wujud upaya pemecahan masalah pembangunan.

“ Hasil monitoring dan evaluasi ini dapat digunakan  sebagai pedoman dalam penyusunan program dan kegiatan dalam APBD untuk tahun anggaran berikutnya” jelas Rapiuddin.

Rapiuddin menuturkan, dari data yang ada, masih terdapat beberapa kekurangan dan permasalahan yang perlu kita evaluasi bersama, mari kita bersama-sama mencermati dan mendiskusikan hal - hal yang sering menghambat kelancaran pelaksanaan kegiatan dan mencari solusinya untuk dijadikan  pegangan dalam melaksanakan kegiatan - kegiatan di triwulan berikutnya, terangnya

Sementara itu, dalam pemarapan kepala Bappeda Luwu Timur, Achmad Mas’ud, terlihat  bahwa ,alokasi APBD Tahun Anggaran 2012 Sebesar Rp. 730.843.020.833,  setelah perubahan sebesar Rp.761.103.716.953, mengalami pertambahan sebesar Rp. 62.796.628.095 dengan persentase kenaikan sebesar 4,41 %. Anggaran ini terdiri dari belanja langsung  sebesar Rp. 454.433.842.480 dan belanja tidak langsung sebesar Rp. 306.699.874.473.

Adapun  rencana dan realisasi belanja berdasarkan rencana kerja operasional (RKO) hingga akhir  Triwulan III di T.A 2012, Rapiuddin mengatakan sesuai rencana sebesar 77,01% dan  terealisasi sebesar  53,72% dengan deviasi sebesar  (-23,29%). Maka realisasi anggaran sampai akhir triwulan III sebesar Rp. 408,856,677,396.00, dari target triwulan III sebesar Rp. 586,109,014,056.00. sementara realisasi anggaran berdasarkan belanja langsung terdapat 1 SKPD memiliki capaian diatas  70 %, 9 SKPD memiliki capaian antara 60 % s/d 70% dan 9 SKPD memiliki capaian 50% s/d 60% serta 22 SKPD yang memiliki capaian dibawah 50%.

Masih minimnya capaian SKPD dalam penyerapan anggaran menurut Mas’ud disebabkan beberapa item pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh pihak ketiga lambat dilaksanakan karena lambatnya proses pelelangan di Unit Layanan Pengadaan(ULP). Selain itu, beberapa kegiatan yang di kerjakan oleh pihak ketiga realisasi fisiknya sudah cukup tinggi namun tidak diikuti dengan realisasi keuangan.

Selain itu, juga terjadinya perubahan nomenklatur RKA-SKPD pada APBD Perubahan dikarenakan beberapa hal, antara lain, pertama, Pagu yang disediakan tidak mencukupi anggaran kegiatan yang akan dilaksanakan, kedua Petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan rencana yang telah dianggarkan pada RKA – SKPD, ketiga Anggaran yang dialokasikan pada beberapa SKPD tidak dapat dilaksanakan karena telah dianggarkan pada APBD I maupun APBN, tandasnya. (yulius)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer