Home » » Karolus Kia Menangkan Sengketa Tanahnya

Karolus Kia Menangkan Sengketa Tanahnya

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 19 Oktober 2012 | 1:07 PM



Kabarsulawesi.com - Makassar : Majelis Hakim Pengadilan Niaga Makassar, diketuai Makmur,SH,MH, anggota masing – masing ; Maringan Marpaung, SH, MH, Arie Winarsih, SH, M.Hum, Panitera pengganti Muh. Ilyas. B, SH. Menolak gugatan Mahdalena terhadap para tergugat, Karolus Kia  (tergugat I), Sarmi (tergugat III), dan Sania Binti Pahang (tergugat III), atas obyek gugatan Perdana sebidang tanah terletak di Kapung Batua, kelurahan Tello Baru Kecamatan Panakukang dengan persil no. 87  D2  Bok 12 kohir 1056c yang dikuasai oleh Karolus Kia  sejak tahun 1940 dengan luas 5.100 m2.

Kejadian kasus sengketa tanah ini berawal sejak tgl 21 maret 2011 Magdalena mematok tanah 3 orang warga salah satunya, Karolus Kia  (Tergugat I). Perteruanpun sangat menegangkan sampai ke Kepolisan Sekta Panakukkang.

Sebenarnya disitu sudah jelas sekali, tanah yang terletak di Kapung Batua, kelurahan Tello Baru Kecamatan Panakukang dengan persil no. 87  D2  Bok 12 kohir 1056c yang dikuasai Karolus Kia  sejak tahun 1940 dengan luas 5.100 m2, berdasarkan rinci tahun 1959

Tahun 1974 oleh Sania Binti Pahang menjual pada Saidon Bin Bakkara seluas 2000 m2 adapun penyelesaiannya akte jual baru dilaksanakan pada tahun 1976 dengan harga Rp.40.000,-Tahun 2004 oleh ahli waris Sania Binti Pahang yaitu Sarifah Daengg Bau Binti Pallawa menjual lagi pada bapak Sarmi Seluas 1200 m2 dengan harga 12 juta rupiah disaksikan RW dan Lurah setempat dan dihadapan PPAT, Camat Panakukkang .

Dalam proses persidangan di Pengadilan Niaga makassar, tergugat (ahli waris) menjelaskan masalah tersebut. Disebutkan, dalam pelaksanaan hingga proses penjualan pemilik tanah, tidak melihat dan mendapatkan patok tanah seperti yang dimaksud dalam poin III surat gugatan penggugat. Malah ditemukan patok baru dipatok pada tanggal 21 maret 2011, beberapa hari sebelum gugatan dilakukan.

Putusan Majelis Hakim menolak gugatan Mahdalena karena kelebihan menjual dari Saidon bin Bakkara seluas 2000 m2 menjual 2700 m2 (700 m2 tidak ada obyek tanah).

Tidak puas hasil putusan Magdalena mengajukan Banding pada tanggal 4 April 2012. Berjalannya waktu sekitarb 5 bulan barulah Magdalena menyadari langkah yang ditempuh sangat keliru seharusnya memintaan pertanggungjawaban penjualnya Saidon Bin Bakkara.

Magdalena yang didampingi pengacaranya, Chaterina Paelongan, SH, MH telah mencabut bandingnya pada tanggal 13 agustus 2012 (dia yang mulai dia pula yang mengakhiri) Makassar.
(Hadi Yunarto)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer