Home » » Kepala PPKAD Islamuddin Klarifikasi Soal Rekening Gendut Bupati Pinrang

Kepala PPKAD Islamuddin Klarifikasi Soal Rekening Gendut Bupati Pinrang

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 17 Oktober 2012 | 3:30 PM

Kabarsulawesi.com – Pinrang : Sejak beberapa hari terakhir, Aslam berada di Batam. Saat di luar Sulsel, beredar beritanya tentang rekening gendutnya itu. Aslam tiba di Pinrang, Senin (15/10/2012) malam.

Mereka dikumpulkan untuk mendengarkan penjelasan Aslam dan pejabat terkait tentang peminjaman uang tunai Rp 27,5 miliar dari Bank Sulsel Cabang Pinrang yang dikabarkan nyangkut di rekening pribadi Aslam.
Aslam didampingi Sekda Syarifuddin Side, Kepala PPKAD Islamuddin, dan sejumlah pimpinan SKPD. Camat, lurah, hingga kepala sekolah se-Pinrang dihadirkan.

Pimpinan Bank Sulselbar, Bank Sulselbar Cabang Pinrang Andi Damis, dan Pemimpin Group Pemasaran Kantor Pusat Bank Sulselbar Sukiman juga dihadirkan.

"Bapak baru datang tadi malam. Sengaja acara ini digelar, selain silaturrahim antara pegawai, juga untuk mengklarifikasi permasalahan yang belakangan ini muncul," jelas Kepala Bagian (Kabag) Humas Pinrang, Syamsuddin.

Aslam tampil sebagai pembicara pertama. Setelah menyampaikan beberapa pembelaan, Aslan meminta pembantunya menjelaskan secara detil kasus yang dia hadapi.
Kepala PPKAD Islamuddin tampil berapi-api menjelaskan duduk masalah yang dia yakini. "Tidak ada yang salah, bahkan pinjaman yang awalnya Rp 31,5 miliar, namun yang cair hanya Rp 27,5 miliar tersebut sudah mendapatkan persetujuan dewan. Mana yang salah prosudural, semuanya sudah sesuai aturan, bahkan peminjaman ini sudah mendapatkan persutujuannya dari dewan, dan telah lunas sejak awal 2010 lalu," jelas Islamuddin.
Namun setelah pertemuan, Aslam bercerita banyak ke Wartawan. “Saya menerima musibah ini dengan lapang dada. Saya tidak akan menempuh jalur hukum.Meskipun saya dan keluarga saya, yang menanggung akibat dari pemberitaan, yang menyudutkan saya," jelasnya.

Ia juga enggan berkomentar terkait, siapa dalang dari permasalahan tersebut, termasuk yang memperbanyak pemberitaan tersebut dengan memotokopinya lalu menyebarkannya. “Soal siapa dan apa motif dari hal ini, saya tidak bisa memberikan komentar," ujarnya.

Aslam mengaku sudah memiliki rekening kredit di Bank Sulsel Pinrang, jauh sebelum ia menjadi bupati. "Jadi saat itu saya membangun rumah di Sekkang, dan saya pinjam uang sekitar Rp 75 juta. Sat itu saya masih jadi camat dengan alamat Jl Tupai," katanya.

Menurut Aslam, saat ia jadi bupati, uang pinjaman dari Bank Sulsel tersebut, masuk ke rekeningnya, yang beralamatkan di Jl Tupai, yang seharusnya masuk ke rekening Pemda, yang beralamatkan di Jl Bintang.

Pinjaman dia lalukan itu untuk mengakomodir kenaikan gaji PNS yang tidak diakomodir pada APBD Pokok 2009.

Sehingga biaya tambahan gaji dan belanja lainnya di harapkan bersumber dananya dari pinjaman daerah melalui APBD perubahan 2009 dan telah melalui tahapan termasuk mendapatkan persetujuan dari DPRD Pinrang. (sumber : tribuntimur/admin)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer