Home » » Menyusuri Panorama Alam Pantai Selatan Selayar Menebas Batas Menuju Pulau Jampea

Menyusuri Panorama Alam Pantai Selatan Selayar Menebas Batas Menuju Pulau Jampea

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 12 Oktober 2012 | 10:43 PM




Kabarsulawesi.com – Selayar : Jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan, tepat menunjuk pukul 09.15 Wita, saat, KLM Niaga Ekspress yang ditumpangi rombongan tim sosialiasi pengalihan pajak bumi dan bangunan menjadi pajak daerah sekaligus tim monitoring dan evaluasi pembangunan, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, melepas sauh di pelataran Dermaga Rauf Rahman, Benteng.

Deru mesin terdengar membahana disertai kepulan asap hitam yang keluar dari cerobong asap kapal, menandai laju kapal yang perlahan tapi pasti, mulai bergerak meninggalkan sisi dermaga kebanggaan rakyat Kabupaten Kepulauan Selayar itu.
   
Panorama deretan nyiur melambai dan pepohonan menghijau di sepanjang pesisir pantai, sejenak mengugah kesadaran, "Akan betapa indah dan besarnya karunia alam yang telah diciptakan oleh Sang Ilahi, terutama bagi kemaslahatan masyarakat Bumi Tanadoang".
   
Sementara dari arah kejauhan, Dermaga Rauf Rahman masih tampak dipadati oleh deretan kapal yang disibukkan dengan  aktivitas bongkar muat barang maupun penumpang, layaknya sebuah dermaga persinggahan. Seiring dengan laju mesin kapal KLM. Niaga Ekspress, satu demi satu pulau di sepanjang wilayah Kecamatan Bontoharu mulai terlampaui.
   
Tampak sebahagian penumpang di atas kapal, menikmati waktu rehat dengan berbaring diantara sesaknya penumpang lain yang sebaliknya, asyik bermain domino, sembari menikmati teduhnya cuaca pelayaran laut menuju Pulau Jampea.
   
Dari sisi kiri kapal, deretan pemukiman penduduk pulau Dongkalang dan pulau-pulau lain di sekitarnya,tampak jelas menunjukkan kebersahajaan masyarakat Pulau Tanadoang. Keindahan panorama alam pantai kian serasa sempurna, di balik kehadiran beberapa bangunan keramba apung tancap yang berjubel di sisi kiri-kanan laut Pulau Manarai, Dusun Padang, dan sekitarnya.
   
Tak hanya rombongan yang tampak menikmati teduhnya alam laut. Akan tetapi, para nelayan pesisir pun tampak santai di atas perahu layar yang tengah digunakannya untuk melaut dan mengaiz ceceran rupiah dari hasil menangkap ikan, dengan mengandalkan alat pancing seadanya.
   
Saban waktu, saat mentari mulai meredup, para nelayan ini berharap, bisa kembali ke rumah dengan membawa hasil tangkapan yang memadai. Paling tidak, hasil penjualan ikan tangkapan mereka sedari pagi, hingga hari beranjak petangbisa diandalkan untuk menutupi kebutuhan keluarga dan menyambung hidup anak-istri di rumah. (Fadly Syarif)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer