Home » » DPRD Tetapkan H. Sjamsu Alam Sebagai Walikota Parepare Depenitif

DPRD Tetapkan H. Sjamsu Alam Sebagai Walikota Parepare Depenitif

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 01 November 2012 | 10:13 PM


Kabarsulawesi.com – Parepare : Kamis, 1 November 2013 DPRD Parepare, secara resmi menetapkan H. Sjamsu Alam, sebagai Walikota Parepare, menggantikan Drs. HM. Zain Katoe yang sebelumnya di non aktifkan sebagai Walikota Parepare terkait kasus korupsi PT. Pares bandar Madani (PBM).

Sidang Paripurna DPRD Parepare ini, adalah sidang yang kedua kalinya, setelah sebelumnya
dilaksanakan pada 29 Oktober 2012 lalu, sempat tertunda, lantaran sejumlah anggota dewan mangkir dari sidang Paripurna tersebut.

Hari ini diharapkan, seluruh anggota dewan berjumlah 25 orang itu dapat hadir untuk menentukan kepastian hukum jalannya pemerintahan di Kota Parepare. Kalau pun tidak, ungkap sejumlah warga Parepare, diharapkan tingkat kehadiran para wakil rakyat yang terhormat itu mencapai korum.

Rapat paripurna yang sebelumnya dilaksanakan itu, hanya dihadiri 8 anggota DPRD Parepare, walaupun beberapa kali dilakukan skorsing untuk memberi kesempatan para anggota dewan itu datang. Namun beberapa kali skorsing, justru ada anggota dewan yang tadinya hadir, malah memilih pulang. Hingga sore hari, sidang ditunda, dan kembali digelar hari ini.

Sejumlah warga masyarakat Parepare, menyayangkan sikap tidak terhormat para anggota dewan parepare itu. Konon warga Parepare berspekulasi, ketidak hadiran para anggota dewan tersebut, adalah sebuah manuver politik menjelang Pilwali tahun depan.

Tidak jelas apa alasan para anggota dewan yang tidak menghadiri rapat tersebut. Namun yang pasti, ketika rapat sedang berlangsung ada anggota DPRD Parepare yang justru hadir di tempat karaoke. Ada pula anggota dewan tidak hadir dengan alasan ke tanah suci.

Namun menurut sumber, anggiota dewan itu ke tanahsuci berhaji, karena bisnisnya sebagai agen perjalanan haji. Sementara yang lainnya tidak diketahui alasannya mengapa tidak menghadiri sidang.

Ketua Komisi Nasional Pengawas Aparatur Negara (Komnas waspan) Sulsel, Sulhayat takdir, SH, mengatakan, apa yang dilakukan oknum anggota dewan yang tidak menghadairi rapat tersebut, tidak pantas untuk menjadi contoh, karena mempertontonkan sikap manuver politik yang tidak populer.

“Sidang paripurna soaL penetapan Sjamsu Alam sebagai Walikota, adalah petunjuk mendagri dan peraturan yang ada. Jadi tidak perlu lagi kita beropini. Anehnya, Justru Anggota DPRD yang meminta pentunjuk ke mendagri. Setelah diberi petunjuk, justru tidak menghadiri sidang”. Katanya.

Sulhayat juga mengatakan, sikap para anggota dewan yang melakukan manuver politik seperti itu, adalah cara politik kampung yang terkesan kampungan. Mereka kata Sulhayat, tidak memberikan pencerahan politik kepada masyarakat. “Ini akan menjadi batu sandungan di Pemilu 2014 nanti.” Kunci Sulhayat.

Pendefenitipan H. Sjamsu Alam sebagai Walikota Parepare, bermula ketika Walikota Parepare Zain katoe di vonis bersalah oleh PN Makassar atas kasus PT. Pares Bandar Madani (PBM), saat itu H. Sjamsu Alam sebagai Wakil Walikota dan menjabat (Plt) Walikota Parepare menggantikan Zain katoe sebagai Walikota non aktif. Proses berjalan hingga putusan MA menetapkan Zain Katoe bersalah dan dikeluarkannya Surat mendagri perihal pemberhentian tetap Zain Katoe dari jabatannya. (Suhadir)

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer