Home » » Suka Duka 13 Hari Bersama Wabup Kepulauan Selayar

Suka Duka 13 Hari Bersama Wabup Kepulauan Selayar

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 08 November 2012 | 11:49 PM

Kabarsulawesi.com – Selayar : Banyak catatan dan cerita yang tersisa dari rangkaian kunjungan kerja monitoring dan evaluasi pembangunan serta pemerintahan yang dirangkaikan dengan Sosialisasi pengalihan pajak bumi dan bangunan menjadi pajak daerah di lima wilayah kecamatan kepulauan yang dipimpin langsung Wakil Bupati Kabupaten Kepuluan Selayar, Sulawesi-Selatan, H. Saiful Arif, SH didampingi Kepala Bidang Pendapatan Daerah, Dinas PPK ASDA Kepulauan Selayar, H. Nadeng.
Wabup Diangkat Personil Pol PP & Pembina Pramuka


Beragam kisah suka dan duka mewarnai jalannya kegiatan kunjungan kerja yang  digelar pada  semester akhir, tahun 2012 ini. Pasang surut air laut di bibir pantai Kecamatan Pasilambena mengharuskan wakil bupati dievakuasi dengan cara diangkat beramai-ramai oleh empat orang personil dari unsur aparat Satpol PP kecamatan bersama sejumlah pembina pramuka kwartir ranting Kecamatan Pasilambena.

Sementara itu, rombongan lain harus pasrah diseberangkan dengan menggunakan dua angkutan laut alternatif, yakni : gabus, dan perahu nelayan tradisional yang dalam dialek Bahasa Selayar kerap diistilahkan dengan sebutan  lepa-lepa.

Sebuah perahu nelayan berukuran panjang kurang lebih tiga meter yang sisi kiri-kanannya dilengkapi oleh alat penyeimbang berbahan baku kayu seadanya. Alat penyeimbang yang oleh masyarakat lokal Selayar, acap kali diistilahkan dengan kengkeng tersebut, sengaja dipasang untuk menghindarkan  perahu mudah terbalik.

Maklum, masyarakat Kecamatan Pasilambena rata-rata merupakan penggarap lahan perkebunan kelapa. Sehingga, keberadaan perahu pun sangat jarang bisa dijumpai di wilayah ini.

Akibat keterbatasan perahu, dua orang personil rombongan kunjungan kerja yang hari itu ikut menumpangi lepa-lepa dan gabus harus merelakan diri  terbalik saat akan didorong oleh warga menuju ke pesisir pantai.  

Wartawan yang ikut mendampingi rombongan pun nyaris tenggelam saat mencoba melompat ke laut yang sepintas terlihat dangkal. Kaki Sang wartawan yang tidak sempat menyentuh batu, membuat kondisi semakin runyam.

Beruntung, beberapa menit kemudian, sang wartawan berhasil menyelamatkan diri ke bibir pantai berkat bantuan warga sekitar dan langsung dijemput oleh barisan anggota pramuka. Catatan suka dan duka perjalanan kunjungan kerja Wakil Bupati Kepulauan Selayar, tak berakhir sampai di situ saja.

Menyusul peristiwa kebakaran naas  yang  menimpa kapal tumpangan rombongan wabup, saat baru saja bertolak meninggalkan pulau Kakabia untuk kembali menuju Pulau Kalao Toa, Kecamatan Pasilambena.

Dimana, kebakaran diduga dipicu oleh bagian knalpot kapal yang secara tak sengaja terkena tetesan bahan bakar solar, sebelum bantal kepala jatuh menimpa mesin kapal yang mulai terbakar.

Setelah berhasil selamat dari kecelakaan naas, malam harinya, dua orang personil rombongan, lagi-lagi harus rela basah kuyup oleh air laut. Karena terbalik, saat akan diangkut dari kapal menuju ke darat dengan menumpangi armada perahu lepa-lepa bercat warna coklat milik salah seorang warga nelayan pesisir setempat.

Dua orang korban masing-masing tercatat sebagai bidan Puskesmas Pasilambena, dan wartawan yang ikut mendampingi rombongan kunker dari Pulau Kakabia. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tengah malam tersebut. Pasalnya, air laut hanya mencapai ketinggian pinggang orang dewasa. 
(fadly syarif).     
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer