Home » » Menjadi Penyanyi Ternama “Mimpi” Sang Biduan Electone Berkaki Kayu

Menjadi Penyanyi Ternama “Mimpi” Sang Biduan Electone Berkaki Kayu

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 20 Desember 2012 | 1:19 AM




Kabarsulawesi.com – Selayar : Sepintas lalu, penampilan dan perawakannya tampak acak-acakan, lusuh, dan terkesan acuh. Untuk berjalan saja, dia harus ditopang dengan bantuan kaki palsu yang terbuat dari bahan baku bambu seadanya.

Diusianya yang masih terbilang belia dan baru menapak tiga puluh tahun, Dg. Erang harus pasrah berjalan dengan bantuan tongkat kayu seadanya, akibat  penyakit cacat yang menderanya selama ini.

Ditilik dari kondisi fisiknya, Dg. Erang, tidak lebih dari seorang  penderita cacat tuna netra dan tunarungu pada umumnya. Artikulasi pengucapan kata yang dilontarkan Dg. Erang, memang, terkadang  sulit untuk dipahami oleh orang di sekililingnya.

Meski demikian, Dg. Erang seakan tak pernah mengenal asa di dalam mengarungi bahtera kehidupannya. Tak sedikit pun perasaan minder yang pernah ditampakkan oleh sosok pria yang sehari-hari tinggal berdomisili di Dusun Padang, Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan ini.

Yang terpenting bagi Dg. Erang, bahwa kehidupan panjangnya harus tetap berlanjut tanpa pernah mengenal keluh-kesah, dan rasa putus asa. Oleh karenanya, Dg. Erang, seakan tak ingin kalah oleh manusia normal di sekitarnya.

Terbukti, dibalik penyakit cacat yang dideritanya, Dg. Erang, masih mampu untuk tampil percaya diri, melantunkan lagu dangdut kesayangannya dari satu panggung ke panggung electone lainnya.

Dg. Erang, tak pernah peduli dengan busana menor yang membalut tubuh para biduan lain di atas panggung electone tempatnya bekerja. Dia tampil dengan balutan baju kaos biru, dan celana training loreng seadanya.

Kesan keterbelakangan mental yang acap kali dilontarkan orang-orang di sekitarnya, tak pernah menjadi bantu sandungan bagi Dg. Erang. “Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu”. Setidaknya, begitulah prinsip hidup yang selama ini dianut Dg. Erang.

Tak sedikitpun Dg. Erang pernah menggubris pandangan sekilas orang lain terhadapnya. Hanya setitik harapan yang tersisa, kiranya orang lain, tidak memandang dirinya dari sisi kulit luarnya saja, tanpa pernah melihat kemampuan dan kelebihan yang dimilikinya.

Dia berharap, agar saban hari,  akan ada keajaiban dan Mukjizat yang  memungkinkan dirinya hidup normal, sama seperti manusia pada umumnya. Karena baginya, tak ada sesuatu yang mustahil di atas dunia ini. Manakala Sang Khalik telah berkehendak.

Sekali waktu, Dg. Erang pernah bermimpi, kaki kayu yang mengantarnya menjadi seorang biduan electone, kelak akan bisa mengawal langkahnya menjadi seorang penyanyi ternama di negeri ini.  (fadly syarif)

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer