Home » » Pelestarian Eksotisme Pulau Kakabia Di Mata Bupati Kepulauan Selayar

Pelestarian Eksotisme Pulau Kakabia Di Mata Bupati Kepulauan Selayar

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 07 Desember 2012 | 7:33 PM



Kabarsulawesi.com – Selayar : Pulau Kakabia merupakan salah satu gugusan pulau kosong di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan yang secara administratif terletak di Kecamatan Pasilambena.

Gugusan pulau kosong terluar di Kabupaten Kepulauan Selayar ini hanya didiami oleh ribuan ekor jenis burung langka di dunia. Tak ada sedikitpun tanda-tanda kehidupan manusia di pulau yang terdiri dari perbukitan bebatuan hitam ini.

Meski dulunya, pulau Kakabia pernah dijadikan sebagai daerah tujuan piknik oleh masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara. Bahkan, bermula dari kebiasaan piknik yang hampir setiap pekan digelar masyarakat Sulteng, wilayah ini kemudian sempat diclaem pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara sebagai wilayah teritorialnya.

Disebabkan karena posisinya, yang memang jauh lebih dekat ke wilayah pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara. Disamping menyadari, keberadaan potensi ribuan ekor jenis burung langka yang bersarang dan tinggal mendiami pulau Kakabia.

Namun, setelah melewati serangkaian perjuangan panjang melalui lembaga Departemen Dalam Negeri dengan dukungan bukti-bukti berupa keabsahan  dokumen kepemilikan wilayah, belakangan, Pulau Kakabia berhasil dimenangkan dan  dikembalikan kepemilikannya, ke tangan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.    

Untuk dapat mengakses pulau ini, dibutuhkan waktu sedikitnya dua puluh delapan jam perjalanan dari pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba dengan menunpangi perahu kayu tradisional menuju pusat ibukota kecamatan Pasilambena.

Sementara dari Kecamatan Pasilambena, dibutuhkan waktu paling tidak tujuh jam perjalanan menuju Pulau Kakabia.   

Sayang seribu sayang, karena potensi kima dan terumbu karang bawah laut Pulau Kakabia, telah luluh lantak oleh ledakan bom ikan yang kuat dugaan dilakukan oleh masyarakat Pomana.      
  
Bupati Kepulauan Selayar, Drs. H. Syahrir Wahab, MM “ tak dapat memungkiri fakta lapangan, terkait dengan telah luluh lantaknya kawasan terumbu karang bawah laut Pulau Kakabia yang dipicu oleh maraknya ledakan bom ikan di wilayah tersebut”.

Sebab sejak dari awal keberadaannya, pulau terluar dan terjauh dari kabupaten di ujung selatan jazirah Provinsi Sulawesi Selatan ini, diakui Syahrir wahab, merupakan kawasan  tujuan piknik masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kepada wartawan yang menyambanginya di rumah jabatan Bupati Kepulauan Selayar beberapa waktu lalu, orang nomor satu di daratan Bumi Tanadoang tersebut mengaku, angkat tangan untuk melakukan upaya pengawasan dan pengamanan Pulau Kakabia.

Melihat jarak tempuh Pulau Kakabia dengan pusat ibukota kabupaten yang membutuhkan waktu, setidaknya dua puluh delapan jam perjalanan. Sejauh ini, Syahrir mengakui, belum melakukan langkah apapun, untuk mengupayakan penempatan petugas keamanan ke wilayah Pulau Kakabia.

Langkah pengawasan terhadap daerah pesisir kepulauan berpenghuni saja, sudah cukup membuat pemerintah kabupaten setengah mati, tandas bupati dua periode di Kabupaten Kepulauan Selayar itu. (fadly syarif)           
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer