Home » » Bupati Aceng Minta Maaf, Mendagri Siap Melawan

Bupati Aceng Minta Maaf, Mendagri Siap Melawan

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 28 Januari 2013 | 9:07 PM

Kabarsulawesi.com, Jakarta : Bupati Garut Aceng Fikri mohon maaf kepada ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Garut atas polemik yang menimpanya. Ia juga meminta mereka untuk tidak terpengaruh polemik itu.

“Secara pribadi, saya meminta maaf kepada seluruh jajaran atas peristiwa yang menimpa saya hingga mengakibatkan pro dan kontra. Saya harap para pegawai tetap bekerja optimal dan profesional di tengah polemik ini,” kata Aceng ketika memimpin apel gabungan di Sekretariat Pemkab Garut, Senin 28 Januari 2013.

Aceng juga meminta seluruh PNS Garut untuk terus meningkatkan kinerja karena kota Garut akan tepat berusia dua abad pada bulan Februari 2013. “Pada peringatan hari jadi Garut yang kedua abad, saya berharap Garut lebih baik lagi,” ujar Aceng.

Oleh karena itu ia mengajak PNS dan seluruh elemen masyarakat di Garut untuk tidak terpengaruh gejolak pemakzulan terhadap dirinya yang berpotensi menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan pegawai Pemkab Garut.

Rabu pekan lalu, 23 Januari 2013, MA menyetujui rekomendasi pemakzulan atas Aceng yang diajukan DPRD Garut. MA menilai Bupati Aceng melanggar etika dan peraturan perundang-undangan. Sebagai pejabat negara, Aceng Fikri seharusnya menjaga perilaku sesuai dengan sumpah jabatan yang telah ia ucapkan saat dilantik.

Maka dalam kasus pernikahan siri kilatnya, posisi Aceng Fikri tidak dapat dipisahkan antara individu dengan jabatan yang ia emban selaku Bupati Garut. “Sebab dalam perkawinan, jabatan tersebut melekat pada diri yang bersangkutan,” kata kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur.

Putusan MA tersebut buntut dari kasus kawin siri kilat sang Bupati dengan gadis belia, Fani Oktora. Pernikahan itu hanya berumur empat hari sebelum Fani dicerai lewat pesan singkat (SMS). 

Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, mempersilahkan DPRD Garut memproses pemberhentian Bupati Garut Aceng Fikri setelah Mahkamah Agung menyetujui rekomendasi mereka. Kemendagri siap menindaklanjuti proses pemberhentian itu, setelah DPRD Garut dan Jawa Barat selesai memprosesnya.

"Jadi Kemendagri akan mengikuti prosedur seperti itu. Menunggu keputusan dari DPRD," kata Gamawan di Jakarta, Senin 28 Januari 2013.

Gamawan juga menegaskan bahwa Kemendagri siap melayani gugatan kubu Aceng, jika memang dia tidak puas. "Saya layani saja dan hargai keputusan Aceng menggugat saya termasuk MA dan Ketua DPRD," ujarnya. 

Menurutnya, pengadilan tidak boleh menolak perkara. Sebab itu, bila masuk ke pengadilan Gamawan siap melayaninya. "Pengadilan itu tidak boleh menolak perkara. Kalau Aceng menggugat tentu kami harus hormati," katanya.

Namun demikian, Gamawan yakin gugatan Aceng bakal mental. Sebab, tidak ada celah kesalahan yang dibuatnya. "Kalau memakai pasal 50 KUHP jelas tidak bisa. Tapi saya tidak tahu, Aceng mungkin punya pertimbangan lain." (VIVAnews)

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer