Home » » H.SJamsu Alam Peduli Korban Puting Beliung

H.SJamsu Alam Peduli Korban Puting Beliung

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 11 Januari 2013 | 12:58 AM



Kabarsulawesi.com – Parepare : Bencana yang melandsa kota parepare di awal tahun baru 2013, dari tanggal 7 sampai dengan 09 januari 2013,  membuat masyarkat beserta dengan pemerintah parepare cukup rpr adanya bencana alam seperti angin kencang, hujan deras karena dapat menimbulkan multi tafsir kerugian materil yang  akan terjadi dan bahkan bisa saja mendatangkan korban jiwa.

Menurut walikota h. Syamsu Alam ditemu disela istirahatnya setelah melakukan kunjungan kepada seluruh masyarakat yang tertimpah bencana menyatakan bahwa dengan adanya bencana yang cukup keras menimpah masyrakat parepare ini cukup meresahkan bukan hanya masyarakat yang tertimpah tetapi kami juga sebagai pemerintah turut ikut resah melihat dan apa yang dirasakan oleh mereka yang tertimpah bencana.

Musibah yang melanda masyarakat sesuai apa yang saya lihat langsung itu cukup dapat meresahkan karena mereka menaggung kerugian antara lain ada yang terlempar seng rumahnya sekitar dua lembar sampai keseluruhan atapnya, bahkan ada pula yang hanya tinggal papan lantai rumahnya saja, tingkat kerusakannya bisa sampai 80 %, Walikota yang didampingi staf ahli Bidang Kemasyarakatan, Rusman
Rahman, Staf Ahli Bidang Politik, Abd Latif, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Syukur Razak, Kadis Sosial, Amir Lolo, Staf Ahli Bidang Keuangan, H. Nasarong, Kadis Kominfo, Iwan Asaad, Kabag Kesra, Darwis Sani dan Kabag Humas, Aswadi Talib, Plt. Wali Kota Parepare, dinas kebersihaan H.Ir Laetteng, beserta camat bacukiki barat H. Thamrin,se, camat soreang Husain chalik, se, camat ujung A. Abdullah Bau Massepe dan para lurah  yang daerahnya kena bencana, langsung mengunjungi seluruh lokasi bencana.

Sjamsu Alam mendatangi rumah warga dari lorong ke lorong, menanyakan kepada para korban kondisi dan kerusakan yang mereka alami. Sjamsu Alam langsung memerintahkan Kabag Kesra mencatat seluruh kebutuhan guna memperbaiki rumah yang rusak.

Rumah-rumah tersebut tersebar di empat kelurahan, yakni Kelurahan Cappa Galung, Kelurahan Bukit Indah, Kelurahan  Kampung Baru, Kelurahan Tiro Sompe, dan Kelurahan Sumpang Kinangae Kerusakan parah terjadi di daerah Sumpang, atap rumah lima orang warga dilaporkan nyaris semua terangkat. Adapun total rumah yang rusak di kelurahan ini mencapai 29 buah.

Di Kelurahan Bukit Indah, angin kencang terjadi di dua tempat, yakni di daerah Bukti Tirta dan Kebun Sayur. Tercatat lima atap rumah di kelurahan ini mengalami kerusakan. Sementara di Kelurahan Cappa
Galung, angin kencang merusak tujuh rumah di daerah Gedongnge. Jumlah korban dari dua peristiwa bencana angin puting beliung yang terjadi selama dua hari (Selasa 8 Januari dan Rabu 9 Januari 201)  mendekati angka 150 kepala keluarga (KK).  Mereka tersebar di sembilan kelurahan dan tiga kecamatan.

Di Kelurahan Ujung Lare, tercatat 19 rumah yang terkena angin kencang. Diantara korban adalah janda dan dari keluarga kategori miskin. Selanjutnya di daerah Menara Kelurahan Wattang Soreang, rumah rusak mencapai 10 buah, Kelurahan Lapadde 16 rumah, Kelurahan Bukit Harapan 19 rumah serta Kelurahan Labukkang 42 rumah.
Sebelumnya, selang beberapa jam setelah angin terjadi di Parepare, Senin malam, Sjamsu Alam langsung berkeliling kota memantau tingkat kerusakan yang terjadi. Beberapa pohon yang tumbang seperti dekat Pelabuhan Nusantara pada malam itu, langsung diperintahkan dibersihkan.

Kepada para korban, Sjamsu Alam meminta mereka bersabar. Dia menjanjikan, melalui Dinas Sosial dan Bagian Kesra pemerintah kota akan segera mengalokasikan bantuan, khususnya bantuan perbaikan rumah berupa seng dan balok, guna meringankan penderitaan para korban.dan bagi mereka yang dikategorikan kerusakan ringan diberikan langsung bantuan berupa uang tunai sebagai biaya pemasangannya.

“Mungkin belum semua dapat kita datangi karena jumlahnya masih banyak tetapi kita harapkan semua bisa didata dan mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah,” tegas Sjamsu Alam, di sela-sela kunjungan ke daerah menara Kelurahan Wattang Soreang, Rabu, 9 Januari.

Ditambahkan walikota parepare H. Syamsu alam, bahwa sumber anggaran yang akan digunakan untuk membantu para mereka yang kena musibah bencana alam akan ditarikkan melalui sumber anggaran yang tak terduga, agar bisa kita penuhi kebutuhan masyarakat terutama seng dan balok, tapi khusus anggaran yang melalui dinas social akan diberikan bentuk sembako.

Dia berharap, warga meningkatkan kewaspadaan utamanya menghadapi musim penghujan yang biasanya disertai berbagai kejadian bencana, seperti banjir, angin kencang dan tanag longsor, Kami juga mengharapkan bila terjadi sesuatu yang mungkin diakibatkan karena bencana alam sesegerah mungkin melakukan laporan pada posko yang sudah kami siapkan diantaranya posko induk kami siapkan di rumah jabatan wakil walikota parepare dan ditingkat kecamatan kami siapkan di tiap kecamatan yang ada diwilayah kota parepare. Jumlah warga yang dilaporkan rusak diperkirakan akan terus bertambah, mengingat hingga saat ini pemerintah kota tengah melakukan pendataan.

“Kami sementara melakukan pendataan, jumlah pastinya sedang kita kumpulkan,” kata Damis, Lurah Tiro Sompe. (Abdul Rahman H)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer