Home » » Ruhut Sitompul : Minggu Depan Anas Sudah Tersangka ?

Ruhut Sitompul : Minggu Depan Anas Sudah Tersangka ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 29 Januari 2013 | 3:19 PM



Kabarsulawesi – Jakarta : Juru Bicara keluarga Mallarangeng, Rizal Mallarangeng meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengejar otak kasus dugaan Korupsi Hambalang. Rizal sempat meminta KPK mengusut keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Menurut Politisi Demokrat Ruhut Sitompul, Anas seharusnya sudah legowo mundur dari jabatannya.
“Sekarang polling kami sekitar 8 persen. Mungkin minggu ini atau depan Anas sudah jadi tersangka,” kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Senin (28/1/2013).

Ruhut mengatakan seharusnya Anas sudah menjadi tersangka saat bertugas di KPU. Namun, kata Ruhut, Anas keburu masuk Partai Demokrat.

“Apa-apaan itu Anas. Nanti kita langsung KLB dan saya optimis Anas dan antek-anteknya lengser,” katanya. 

Kader Demokrat Ruhut Sitompul tak pernah menyerah menuntut Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan kroninya untuk mundur dari jabatannya terkait penyelesaian hukum kasus Hambalang.

Meskipun dipecat dari kepengurusan di DPP Partai Demokrat karena tuntutan itu, Ruhut tak berhenti mengait-ngaitkan Anas dengan kasus korupsi pembangunan pusat pelatihan dan pendidikan olahraga, di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat itu.

Menurut Ruhut, Anas harus mundur sebelum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan status hukumnya dalam kasus tersebut.

“Aku kan sudah sering katakan Anas harus mundur jangan sampai tunggu KPK jadikan tersangka lalu baru mundur,” kata Ruhut, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/1/2012).

‘’Jika Anas ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak kejahatan korupsi, maka seluruh kroni Anas juga diminta hengkang dari jabatan di partai,’’ tegasnya menambahkan kalau Anas tersangka maka yang lainnya juga mundur, seperti kayak Saan Mustofa, Gede Pasek Suardika, Umar Arsal dan para pengikut mereka harus mundur semua.

Ruhut menegaskan, mantan Ketua HMI itu telah menciderai partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono. Dengan demikian, Anas semestinya segera mundur untuk kebesaran partainya.
“Karena Anas, partai kami tersandera. Pak SBY sudah pernah bilang kalau ada kader partai korupsi segera mundur jangan bawa-bawa partai,” ucap Ruhut. 

Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyindir kubu Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Namun dia tidak menyebut siapa pengikut Anas. 

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat yang terancam didepak itu meminta kubu Anas berbenah diri agar tidak terseret kasus dugaan korupsi.

Kasus dugaan korupsi yang disebut-sebut ada keterlibatan Anas yakni proyek pembangunan pendidikan dan pelatihan olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Anas dikabarkan terlibat mengurus sertifikat tanah dan kecipratan duit proyek senilai triliunan rupiah tersebut.

“Tinggal aku minta agar yang selama ini melindungi Anas segera bersihkan diri,” tutur Ruhut yang saat ini sedang berlibur bersama keluarga di New York, Amerika Serikat, Kamis (27/12/2012).

Sebagaimana diberitakan, politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul semakin terpojok. Gerak Ruhut kini makin dibatasi, tidak hanya di partai, bahkan di fraksi di DPR.

Tidak tanggung-tanggung, F-PD DPR bahkan punya rencana untuk menggeser Ruhut dari Komisi III DPR yang selama ini membesarkan namanya. Tentu, rencana ini semakin memojokkan Ruhut setelah sebelumnya DPP Demokrat resmi mencopot Ruhut dari jabatan sebagai Ketua Departemen Kominfo.
Ruhut telah memaafkan apa yang telah dilakukan oleh kubu Anas. Justru, ia bangga dengan dirinya karena berani berbicara, mendesak Anas turun dari jabatannya sebagai ketua umum.

“Kelakukan Anas cs kepada aku sudah aku maafkan karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Selaku pengikut Tuhan aku tetap kepala bukan ekor,” cetusnya. 

Desakan Dewan Pertimbangan Partai Demokrat agar Ruhut Sitompul dan Anas Urbaningrum berdamai, tak digubris. Malah, Ruhut makin garang menyerang Anas dengan menantangnya untuk pembuktian terbalik.

Ruhut menegaskan dirinya memegang janji Anas yang menyatakan siap digantung di Monas jika menerima aliran dana proyek Hambalang. “Saya tunggu janjinya,” tegas Ruhut, Jumat (21/12/2012).
Tak hanya itu, Ruhut juga menantang Anas melakukan pembuktian terbalik soal harta kekayaan yang dimiliki Ketua Umum Partai Demokrat itu.

“Saya tantang, buktikan darimana saja hartanya itu. Siapa memangnya dia itu dulu,” tantang si Poltak.

Bahkan, Ruhut menyakini pernyataan Nazaruddin soal kepemilikan dua mobil milik Anas, yang awalnya ditutup-tutupi, namun terkuak pasca terbongkarnya persoalan kepemilikan plat nomor ganda. “Itu mobilnya dari mana,” tanya Ruhut.

Menurutnya, dulu ocehan Nazaruddin dianggap sebagai halusinasi oleh orang-orang di Partai Demokrat. Namun, pasca Angelina Sondakh dan Andi Mallarangeng, yang selalu disebut Nazar dan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, kini tak ada lagi yang berani meragukan testimoni Nazar. (TubasMedia)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer