Home » » Pelaku Penganiayaan Siswi SMAN 1 Benteng Diancam Dengan Pasal Berlapis

Pelaku Penganiayaan Siswi SMAN 1 Benteng Diancam Dengan Pasal Berlapis

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 15 Februari 2013 | 7:34 PM




Kabarsulawesi.com – Selayar : Alfian (17 tahun) yang sehari-seharinya tercatat siswa kelas III IPS di SMA Negeri 1 Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-selatan diringkus aparat sat reskrim Polres Kepulauan Selayar di rumahnya pada hari Kamis, (14/2) sekitar pukul 22.00 Wita.

ilustrasi kompas.com
Penangkapan terhadap Alfian dilakukan, setelah aparat kepolisian menerima laporan dari seorang remaja putri bernama Devi Damayanti (17 tahun) tentang tindakan penganiayaan yang telah berulang kali dilakukan oleh Alfian.

Dihadapan aparat penyidik, korban mengaku pernah pacaran dengan tersangka selama satu tahun dan selama itu pula, dia telah berulang kali mendapatkan tindakan penganiayaan dari tersangka.

Penganiayaan terakhir dilakukan tersangka pada hari Rabu, (13/2) sekitar pukul 21 00 Wita malam lalu. Kejadian berlangsung, saat korban tengah megikuti latihan pementasan drama di Jl. Mappabota, Kecamatan Benteng.

Tersangka, memukul dengan cara melayangkan tinju ke pelipis sebelah kiri korban. Akibatnya, korban harus menderita luka lebam di bagian mata sebelah kiri. Pelaku juga sempat mencakar bagian bibir dan salah satu lengan korban yang lukanya mulai tampak mengering. 

Devi Damayanti datang ke SPK Polres Kepulauan Selayar dengan ditemani oleh ayah kandungnya yang diketahui bernama Bora, anggota TNI-AD di lingkungan Kodim 1415 Kepulauan Selayar.

Hingga dengan diturunkannya berita ini, tersangka Alfian masih menjalani pemeriksaan intensif di bagian unit pelayanan perempuan dan anak Polres Kepulauan Selayar.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini tersangka harus meringkuk di balik  terali besi hotel prodeo Polres Kepulauan Selayar. Tersangka terancam dijerat  pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana penjara dua tahun delapan bulan atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Tersangka juga terancam akan dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang berbunyi :  “Setiap orang yang melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).

Pihak sekolah sendiri berjanji tidak akan  mencampuri proses hukum yang tengah membelit dua orang siswa di lingkungan SMA Negeri 1 Benteng ini.

Kepala sekolah, Drs. H. Tasman menandaskan, pihak sekolah telah memberikan bimbingan maksimal kepada seluruh siswa tanpa ada yang dikecualikan, termasuk tersangka Alfian yang kini harus mendekam di balik sel tahanan Polres Kepulauan Selayar.

“Biarkan proses hukum tetap berjalan, kami dari pihak sekolah tidak akan mencampuri”.  Dengan begitu, siswa bersangkutan dharapkan dapat merasakan efek jera dari perbuatan yang telah dilakukannya.

Kami akan tetap membiarkan tersangka ditahan dan tidak mengikuti proses ujian akhir sekolah. Pasalnya, tersangka sangat tidak manusiawi dan seenak hatinya memukul seorang siswa perempuan yang baru berstatus sebagai pacarnya,   tandas putra Kabupaten Bulukumba ini kepada wartawan di ruang kerjanya, pada hari Jumat, (15/2) pagi. (fadly syarif)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer