Home » » Pulau Bonerate “Sarang” Kapal Tangguh Di Sisi Selatan Pulau Tanadoang

Pulau Bonerate “Sarang” Kapal Tangguh Di Sisi Selatan Pulau Tanadoang

Written By Redaksi kabarsulawesi on Minggu, 03 Februari 2013 | 9:31 PM


Salah satu kapal buatan asal Pulau Bonerate

Kabarsulawesi.com – Selayar : Dikenal sebagai pelaut ulung dan tangguh. Itulah predikat yang hingga kini masih terus melekat di kalangan pelaut asal selat Makassar, Sulawesi-Selatan dan sekitarnya. Salah satu diantaranya, pelaut asal Pulau Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Mereka adalah sekumpulan pelaut yang dikenal piawai di dalam membangun rancang kapal dan bermain di atas gelombang laut yang tak jarang disertai angin kencang pada saat berhembusnya  musim barat, serta musim je’ne kebo.

Kapal yang mereka bangun pun tergolong tangguh dan tahan dari hantaman badai gelombang. Disamping, sang nakhoda dan awak kapal yang memang dikenal berani membelah samudera nusantara di saat cuaca ekstrem.   

Laut berbusa dan badai angin kencang, bukanlah sebuah langkah penghalang yang berarti, bagi para pelaut ulung asal Pulau Bonerate untuk tetap menarik tambang di dermaga tempatnya melabuhkan kapal.
Saat layar telah terkembang, berbekal keberanian, dan keyakinan kepada Yang Maha Kuasa, “perlahan tapi pasti”, kapal mulai di arahkan menuju kota tujuan dengan tetap memegang teguh prinsip, “sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai”.  

Motto ini mengandung makna, lebih baik tenggelam di lautan dari pada harus kembali ke pantai tanpa membawa hasil. Tak heran, bila pada era perdagangan masa lampau, banyak saudagar dari luar daerah Kabupaten Kepulauan Selayar yang sengaja menyewa perahu buatan masyarakat Pulau Bonerate untuk mengangkut komoditas kopra ke Surabaya.

Mengingat pada masa itu, kota Surabaya dikenal sebagai pusat hasil bumi terbesar di bumi pertiwi Indonesia. Keberanian menjejali kota Surabaya dengan mengandalkan perahu atau kapal layar merupakan simbol dari status keberadaan Provinsi Sulawesi-Selatan sebagai tanah yang dulunya, pernah menjadi sarang pengarung samudera yang menguasai lautan nusantara.

Simbol ini sekaligus merupakan refleksi nyata yang mencerminkan keberanian rakyat Sulsel di dalam mengarungi samudera luas yang penuh bahaya dan sangat berdekatan dengan maut.

Sekali lagi, bahwa generasi Sulsel adalah orang-orang yang disegani sebagai keturunan para pelaut ulung serta penerus budaya petualang Austronesia. Mereka, kelompok  generasi yang telah banyak meminum air tanah tempat lahirnya para pelaut ulung wajib memegang erat janji suci. (fadly syarif)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer