Home » » SURVEI BULAKSUMUR EMPAT : CALEG ARTIS/PESOHOR DAPAT MENGURANGI ANKGA GOLPUT

SURVEI BULAKSUMUR EMPAT : CALEG ARTIS/PESOHOR DAPAT MENGURANGI ANKGA GOLPUT

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 22 Mei 2013 | 9:00 AM

Kabarsulawesi.com - Press Release Bulaksumur Empat Research and Consulting. FENOMENA politisi pesohor atau artis mulai naik daun setelah beberapa partai mencoba melirik artis sebagai calegnya untuk pemilu 2014. Untuk itulah Bulaksumur Empat Research and Consulting (BERC) menggelar survei dengan tema “Politisi Pesohor” pada tanggal 25 April – 3 Mei 2013, ketika responden diberikan pertanyaan selain berbasis nasionalis dan Islami apa saja kriteria yang menarik bagi anda untuk memilih caleg dari suatu partai politik dalam pemilu 2014? Nyaris 29,4 persen responden menjatuhkan pilihannya pada faktor adanya caleg artis dalam parpol tersebut. Sedang yang berdasarkan kriteria banyaknya iklan politik hanya berkisar 26,6 persen. Program kerja partai yang merakyat hanya 19,4 persen, pernah menjadi anggota legislatif atau petahana 7,2 persen dan sama-sama kader partai hanya 17,4 persen. Sebuah bukti psikologis bahwa pemilih lebih menaruh hati pada partai politik yang menyajikan caleg artis sebagai wakilnya diparlemen.  

Survei BERC juga menyatakan terdapat 37,1 persen responden yang tidak yakin  bila ditanya apakah partai politik akan mampu menghasilkan tokoh pesohor dari rahim sebuah kaderisasi. Artinya publik lebih wait and see terhadap caleg pesohor yang ditampilkan, dan bisa jadi ketika pemilu berlangsung bisa dipastikan mereka akan memilih atau sebaliknya. Hanya 24,4 persen yang yakin bila parpol mampu melahirkan tokoh dari kaderisasi, sedangkan 17,2 persen tidak menjawab dan yang tidak tahu sebesar 21,3persen. 

“Perilaku pemilih ini perlu dicermati sebagai sebuah perubahan mainstream pemilih akhir-akhir ini yang lebih terbuai dengan “popularitas” artinya publik merasa artislah sosok yang dia kenal dan tentunya akan mampu menjadi wakil mereka diparlemen. Responden pun banyak yang menyatakan kekecewaan pada kinerja para wakil rakyat selama ini, sehinga banyak responden menilai artis dan bukan artis sama saja ketika duduk diparlemen. Inilah yang membuat mereka lebih memilih caleg artis diantara pilihan lainnya karena faktor kedikenalan artis lebih baik dibanding caleg lainnya. Mereka berharap para caleg artis akan mampu bertransformasi layaknya beberapa artis yang mampu menjelma menjadi politisi ulung seperti  Nurul Arifin, Tantowi Yahya, Rieke Diah Pitaloka sampai “Miing” Gumelar. Publik pun merasa harus memilih diantara dua pilihan terburuk karena minimnya tokoh populer yang mampu disajikan partai dihadapan rakyat. Hal inilah yang mengakibatkan pilihan jatuh pada tokoh pesohor karena secara psikologi lebih mudah diingat. Jelas Bambang Arianto di kantor Bulaksumur Empat.

 “Tapi hal ini harus tetap dimaklumi sebagai upaya menarik pemilih untuk tetap mengikuti jalannya proses pesta demokrasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Bahkan ada 39.5 persen responden yang akan memilih jalan golput bila tidak ada caleg pesohor atau artis dalam parpol pilihannya nanti padahal KPU saat ini berupaya partisipasi pemilih menjadi 75 persen. Responden yang tidak menjawab hanya 32,1 persen dan yang tetap akan memilih hanya 19,6 persen dan menjawab tidak tahu 8,8 persen. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik kaum pesohor untuk saat ini masih sangat efektif untuk mengurangi angka golput. Politisi pesohor pun bisa digunakan partai politik untuk menarik simpati massa mengambang (swing voters) dan non ideologis dengan biaya yang murah karena rata-rata pesohor juga ikut merogoh koceknya demi menaikkan elektabilitasnya. “Magnet” politisi pesohor pun diharapkan mampu membius para pemilih di daerah minus yang selama ini terbuai dengan rayuan iklan politik. Banyak masyarakat yang menilai bahwa tanpa adanya politisi pesohor pemilu dirasakan akan terasa ambar.” Jelas Bambang Arianto, Pengamat Politik di Bulaksumur Empat Research and Consulting (BERC) Yogyakarta.

PENGUMPULAN DATA melalui di selenggarakan tim BERC pada 25 April - 3 Mei 2013. Sebanyak 440 responden berusia minimal 17 tahun dipilih secara acak menggunakan metode multi stage random sampling di 9 kota besar yaitu DIY, Jawa Tengah, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan dan Bali. Jumlah responden ditentukan secara acak diambil disetiap kecamatan dalam satu provinsi secara proporsional. Tingkat kepercayaan 95 persen, nir pencuplikan penelitan 4 persen. Kesalahan diluar pengambilan sample dapat mungkin terjadi. Hasil ini tidak dapat dijadikan mewakili seluruh pendapat masyarakat Indonesia. Jelas Bambang Arianto, ketika publikasi hasil rilis 22 Mei 2013.


Yogyakarta, Rabu 21 Mei 2013
*Bambang Arianto, Tim Survei
Bulaksumur Empat Research and Consulting (BERC) Yogyakarta



















Notebook Laktop

LENOVO ThinkPad Edge E130-A97 - Red

LENOVO ThinkPad Edge E130-A97 - Red

LENOVO ThinkPad Edge E135 1A3 - Red

LENOVO ThinkPad Twist S230U 6CA

ASUS VivoBook S200E-CT283H - Silver

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer