Home » » Survei Bulaksumur Empat : Ganjar – Heru Unggul Sementara

Survei Bulaksumur Empat : Ganjar – Heru Unggul Sementara

Written By Redaksi kabarsulawesi on Sabtu, 18 Mei 2013 | 6:50 PM

Kabarsulawesi.com - PILKADA Gubernur Propinsi Jawa Tengah yang akan digelar pada tanggal 26 Mei 2013 telah memasuki babak akhir kampanye. Kampanye ini pun tidak luput dari isu kecurangan yang menganggu jalanya demokratisasi, seperti adanya isu kampanye gelap (black campaign) dan tindakan anti demokratisasi lainnya. Perhelatan pilkada Jawa Tengah kali ini menampilkan 3 pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yaitu ; pasangan nomor urut 1, Hadi Prabowo – Don Murdono yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan PKNU, sedangkan pasangan nomor urut 2 menampilkan tokoh petahana yaitu Bibit Waluyo - Sudijoni Sastroatmodjo dengan partai pengusung Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Partai Amanat Nasional (PAN), serta pasangan terakhir yaitu Ganjar Pranowo – Heru Sudjatmoko dengan nomor urut 3 dengan partai pengusung PDI-P.

Membaca prediksi pendapat masyarakat melalui survei sedikit banyak akan membawa kita untuk melihat dinamika perilaku pemilih di Jawa Tengah. Bulaksumur Empat Research and Consulting (BERC) Yogyakarta sebagai lembaga survey mencoba memprediksi dinamika perilaku pemilih dalam Pilkada Jateng. BERC telah menggelar survei dibeberapa kota di Jawa Tengah dengan wawancara tatap muka.

Ketika diberikan pertanyaan, bila pemilu pilkada Jawa Tengah digelar pada hari ini pasangan mana yang akan anda pilih? Nyaris 33,2 persen memilih pasangan Ganjar Pranowo – Heru Sudjatmoko (2), disusul pasangan Hadi Prabowo – Don Murdono (2) dengan 29,6 persen suara dan terakhir Bibit Waluyo - Sudijoni Sastroatmodjo (2) dengan perolehan 23,4 persen. Responden yang memilih tidak tahu sebesar 13,8 persen. Dengan margin eror kurang lebih 2 persen. Responden berjumlah 410 yang berasal dari 8 Kabupaten yaitu, Solo, Klaten, Kabupaten Magelang, Kota Purwokerto, Tegal, Banyumas, Kabupaten Semarang dan Wonosobo.

“Pilkada Jateng kali ini cukup menarik dikarenakan calon yang bertarung sama-sama memiliki kekuatan yang merata baik dari kekuatan pendukung. Untuk sementara prediksi kemenangan di miliki oleh Ganjar – Heru yang diusung oleh PDI-P. Hal ini sangat wajar karena Jawa Tengah dikenal sebagai basis PDIP, apalagi banyak Pilkada Kabupaten/Kota diwilayah Jateng yang dimenangi  oleh PDI-P. Pilkada kali ini diwarnai perpecahaan massa merah atau yang lebih dikenal pendukung PDIP. Suara PDIP dipastikan terpecah pada dua pasangan calon karena kelompok yang didukung Rustriningsih mantan Bupati Kebumen menilai pemilihan calon Cagub dari PDIP dinilai kurang demokratis dan tidak menerima aspirasi wong cilik. Dari sinilah terdeteksi adanya barisan massa merah yang mengalir dan saat ini terang-terangan membela pasangan Hadi Prabowo – Don Murdono.” jelas Bambang Arianto

“Saya melihat memang terjadi pergolakan diarus bawah PDIP semenjak Rustriningsih tidak dijadikan Cagub dari PDIP untuk melaju dalam Jateng satu, padahal Rustriningsih diakui mempunyai basis pendukung militan yang cukup signifikan. Memang ada semacam drama oligarki politik pada pemilu Jateng, ini terlihat jelas pada calon yang diusung PDIP, banyak kader PDIP yang berharap Rustriningsih dapat tampil sebagai Cagub akan tetapi DPP PDIP berkehendak lain dengan memunculkan pasangan Ganjar Pranowo. Inilah yang membuat Rustriningsih dan pendukungnya pernah berwacana untuk golput atau akan mengalihkan pilihannya pada pasangan Hadi Pranowo.  Langkah Rustriningsih untuk tidak memberi dukungan pada Ganjar Pranowo jelas akan mengurangi elektabilitas kader besutan PDIP ini. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan oleh Hadi Prabowo untuk menarik limpahan suara pendukung PDIP. Hasil survei BERC yang kita gelar memang menunjukkan Ganjar  Pranowo  unggul sementara, akan tetapi selisihnya sangat tipis dan dipastikan akan ada putaran kedua.” Jelas Bambang Arianto, saat publikasi hasil survey dikantornya Bulaksumur Empat, sabtu 18 Mei 2013.

“Menurut saya kemenangan Ganjar Pranowo dari adanya Jokowi effect di daerah Solo raya dan juga kebetulan diikuti dengan menurunnya dukungan dan kepercayaan publik pada calon petahana Bibit Waluyo. Respoden menilai Ganjar Pranowo lebih siap, kapabel dan bersih bila dibanding pasangan lainnya.”

“Dalam Pilkada kali ini hanya ada dua partai yang benar-benar ditakuti sebagai mesin pendulang suara yaitu dari pasangan Ganjar Pranowo dari PDIP dan HP Don yang juga diusung PKS. Kedua kubu ini pun sama-sama ingin membuktikan ketangguhan mesin politik dan kader mereka dalam mendulang suara. Sedang untuk pasangan Bibit Waluyo memang kurang didukung oleh kader-kader yang militan sehingga pasangan ini lebih berharap pada pencitraan dan iklan politik. Apalagi salah satu partai pengusung Bibit Waluyo yaitu Partai Demokrat kurang direspon oleh publik karena citra Partai Demokrat menurun karena terjerat kasus korupsi Bukit Hambalang. Ini artinya pasangan petahana telah mengalami penurunan kepercayaan dimata masyarakat Jateng.” tambah Bambang Arianto

“Tapi pasangan HP Don pun juga berada dalam kondisi sulit, karena kebetulan kasus PKS yang terkena suap daging impor sangat menyita perhatian publik dan media sehingga jelas berdampak pada pemilih kritis yang selama ini menjadi simpatisan PKS. Ini artinya massa menggambang (swing voter ) dan kritis jelas akan beralih untuk memilih calon yang paling bersih diantara ketiga calon ini. Pilkada kali ini benar-benar dikatakan perebutan basis merah, siapa yang paling kuat mengolah peran lembaga manajemen pemenangan pilkada dan mampu membaca perilaku pemilih itulah yang bisa memenangi pilkada.  Kalo berdasarkan survei BERC memang yang unggul adalah Ganjar Pranowo, ini adalah salah satu bukti Jokowi effect. Apalagi masyarakat di sekitar Solo Raya merupakan masis pendukung Jokowi yang sangat fanatik, jadi Ganjar mendapatkan keberuntungan dari Jokowi effect inilah yang sangat membantu menaikkan elektabilitas.”

“Bulaksumur Empat Research and Consulting (BERC) berharap semua calon menjelang hari H Pilkada untuk dapat memaksimalkan dan menggerakan mesin kadernya dengan baik untuk memenangi Jateng satu ini. Apalagi semua calon punya kelebihan dan kekurangan yang merata jadi kemungkinan hal-hal yang tidak demokratis bisa saja terjadi. Untuk itulah saya berharap Pilkada kali ini bisa benar-benar berjalan lancar dengan cara-cara yang lebih demokratis. “ jelas Bambang Arianto, yang fokus meneliti Partai Politik, Pemilu dan Perilaku Pemilih.

Untuk perolehan suara berdasarkan wilayah I (Kabupaten Semarang, Wonosobo, Magelang) HP - Don  33,6 persen, Bibit – Sudijono 25,9 persen, Ganjar – Heru 28,2 persen,  dan Tidak Tahu 12,3 persen. Untuk wilayah II (Solo dan Klaten) HP – Don 23,6 persen, Bibit – Sudijono 20,9 persen, Ganjar – Heru 48,3 persen dan Tidak tahu 7,2 persen. Wilayah III (Purwokerto, Banyumas dan Tegal) HP – Don 26,8 persen, Bibit – Sudijono 21,0 persen, Ganjar – Heru 38,8 persen dan tidak tahu sebanyak 13,4 persen. Metode survei menggunakan Multi stage random sampling dengan wawancara tatap muka langsung di 8 wilayah Jateng. Pencuplikan responden diambil setiap kecamatan secara proporsional antara usia 17 – 45 tahun. Pelaksanaan survei dari tanggal 5 Mei – 15 Mei 2013. Sampling error kurang lebih 4 persen dan tingkat kepercayaan sekitar 95 persen.

Press Release Survei PILKADA Jawa Tengah
Yogyakarta, 19 Mei 2013
BAMBANG ARIANTO
Tim Survei Partai Politik Bulaksumur Empat Research and Consulting (BERC)








aNEKA KITCHEN STORAGE (aLAT DAPUR)

OXONE Teeter Board Storage Jar 4pcs [OX-302] - White

OXONE Teeter Board Storage Jar 4pcs [OX-302] - White

COSMOS Rice Box FIFO 38 KG

COSMOS Rice Box FIFO 38 KG

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer