Home » » NASIB PKS dalam POLITIK BBM

NASIB PKS dalam POLITIK BBM

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 20 Juni 2013 | 7:49 AM



Kabarsulawesi.com ; PKS yang dianggap sebagai anak haram dalam rahim parpol koalisi dengan liciknya mencoba berkelit dan “terpaksa” mengambil jalur nekat dengan bermuka dua dalam polemik ini. Disatu sisi menolak kenaikan BBM dan disisi lainnya tetap mengklaim sebagai bagian syah koalisi dan terkesan belum ikhlas melepas tiga menteri PKS dalam jajaran Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). Walaupun antara kader PKS yang duduk di pemerintah dan legislatif tidak ada kesatuan suara namun hal ini tetap mencerminkan ketidakkonsistensian suara PKS, padahal partai ini selalu menekankan pada koletivisme sebagai basis gerakannya. Tidak ayal lagi bila PKS dianggap duri dalam koalisi, sehingga menjadi wajar bila barisan parpol koalisi yang terdiri dari PAN, PKB, Golkar dan Demokrat menjadi geram dan meminta PKS keluar dari koalisi. 

Berikut pemaparan masyarakat mengenai nasib PKS dalam polemik politik BBM, ketika responden diberikan pertanyaan polemik parpol koalisi versus PKS dalam politik BBM semakin meruncing, menurut anda setuju atau tidak apabila PKS keluar dari koalisi Setgab? Nyaris mayoritas responden setuju bila PKS keluar dari koalisi sebesar 63,6 %, yang tidak setuju hanya 16,9 %, dan sisanya tidak tahu sebesar 19,5 %. Ini membuktikan bahwa langkah yang diambil PKS kurang populer dan kurang didukung oleh masyarakat umum. Masyarakat menilai ada atau tidaknya PKS dalam koalisi sama saja tidak memberikan hasil yang bermanfaat, dan publik pun menilai lebih baik PKS keluar dari koalisi dan lebih memilih oposisi murni.  

“Untuk penjelasan bila anda memilih setuju bila PKS keluar dari koalisi, apakah anda akan bersimpati dan mimilih PKS dalam pemilu 2014? Nyaris yang tidak bersimpati sebesar 69,1%, yang setuju hanya 8,6% dan sisanya 22,3 % tidak tahu. Ini artinya langkah dilakukan PKS tidak akan mempengaruhi persepsi publik yang mengatakan bahwa PKS adalah partai yang mampu memperjuangkan aspirasi rakyat. Bahkan publik menilai ini adalah akal-akalan politik PKS saja dan tidak murni memperjuangkan kepentingan rakyat.” Jelas Bambang Arianto

“Kemudian dilanjutkan bila anda tidak setuju PKS keluar dari koalisi, apakah anda akan bersimpati dan memilih PKS dalam pemilu 2014? Tetap saja publik tidak bersimpati yang dibuktikan dengan kisaran 73,5% yang menyatakan tidak akan memilih PKS pada pemilu 2014, yang bersimpati atau menjawab ya hanya 7,0% dan sisannya 19,5 % memilih tidak tahu.  Hasil sama yang didapat ketika PKS keluar atau tidak dalam koalisi ini menunjukkan masyarakat sudah mulai jenuh dengan langkah PKS. Publik pun menilai PKS hanya mencari kesempatan saja untuk bisa mencari simpati, bila PKS benar memperjuangkan kepentingan rakyat kenapa baru sekarang menolak kenaikan BBM kenapa dimedio 2012 setuju dengan kenaikan BBM saat itu.” Jelas Bambang Arianto

“Penolakan masyarakat terhadap PKS merupakan karma politik dari sikap ketidakkonsistenan PKS dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Bila dalam politik BBM saja PKS belum berani tampil konsisten dan tegas dengan menjadi oposisi murni, apalagi dalam polemic lainnya. Publik akan semakin meragukan masa depan partai ini dalam mengagregasi kepentingan rakyat. Jangan-jangan publik akan selalu disuguhi pelbagai intrik politik yang akan merusak transformasi pendidikan politik. Alih-alih memberikan dampak dan citra positif bagi elektoral PKS namun sebaliknya akan menjadi bumerang yang harus diterima PKS.”

Hasil survey ini menjadi gambaran akan ketidakjelasnya manuver yang diambil PKS. Pelajaran yang kita dapat ambil adalah belum berjalannya proses berharga parpol untuk terus berupaya melakukan pelembagaan lembaga kepartaian guna memberikan pendidikan politik yang santun pada masyarakat. Bila PKS juga tidak dapat memberikan langkah persuasif yang baik pada publik dalam polemik BBM ini bisa jadi manuver ini akan menjadikan PKS mengalami dilema jilid 2 dalam menghadapi politik elektoral. Jelas Bambang Arianto peneliti politik BERC Yogyakarta


Pers Release Bulaksumur Empat Research and Consulting

Bambang Arianto
Manager Riset Bulaksumur Empat Research and Consulting (BERC)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer