Home » » Sebaiknya PKS Keluar dari Koalisi

Sebaiknya PKS Keluar dari Koalisi

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 12 Juni 2013 | 8:52 PM

Kabarsulawesi.com – Jogja : Kasus politik Bahan Bakar Minya (BBM) kali ini menyulut banyak perselisihan dikalangan parpol, terutama Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS pun langsung memberikan perlawanan terhadap kawan-kawan parpol yang tergabung dalam koalisi. Pertikaian PKS versus Parpol koalisi semakin membuat kegusaran dikalangan publik dengan sepak terjang parpol dimata masyarakat. Padahal Parpol seharusnya mampu memberikan pendidikan politik yang baik, malah sebaliknya menampilkan akrobat politik murahan dimata rakyat.

Menurut pengamat Politik BERC Yogyakarta, “Politik BBM kali ini memang bola politik dipegang oleh PKS, tapi sayangnya PKS kurang cermat mem,anfaatkan keadaan dalam membangun citra publik.  Saya aku PKS memang mau menampilkan seakan-akan peduli terhadap penderitaan rakyat, tapi sayangnya langkah PKS salah alamat karena PKS juga merupakan bagian dari parpol pemeritahan. Ditambah lagi gerakan spanduk PKS tidak mencerminkan kalo PKS benar-benar menjadi oposisi murni, buktinya setiap spanduk pasti juga ada foto-foto caleg mereka, inikan lucu sekali. Hal inilah yang menjadi perbincangan dimata masyarakat. Jelas Bambang Arianto

“Seharusnya PKS harus berani untuk menyatakan resmi keluar dari koalisi, karena publik mau melihat apakah PKS benar-benar serius memperjuangkan nasib rakyat atau hanya “tong kosong nyaring bunyinya”. Jelas Bambang Arianto Pengamat Politik BERC

“Tapi saat ini saya melihat secara pribadi, PKS telah terjebak dari “jeratan Batman” dari parpol koalisi, lagipula publik tidak begitu respek dengan gaya politik PKS. Mungkin karena PKS telah melakukan dosa besar jadi ya begini inilah jadinya rakyat menghukum habis-habisan.

“Bila PKS keluar dari koalisi mereka akan kehilangan tiga kursi menteri, padahal kursi menteri ini sangat berharga bagi PSK dalam menaikkan elektabilitas partai. Kalo pun PKS keluar rakyat biasa aja melihat PKS, karena PKS terkesan pahlawan kesiangan, lain dengan PDIP yang dari dulu menyuarakan penolakan kenaikan BBM. Kan rakyat sekarang udah cerdas.” Jelas Bambang.

“Apabila PKS berubah sikap dengan setuju dengan kenaikan BBM, seperti yang disuarakan oleh Tifatul Sembiring dan para menterinya, jelas ini akan menjadi bumerang bagi PKS di 2014. Rakyat akan mengecap PKS sebagai parpol yang suka mempermainkan suara hati nuarani rakyat dan jelas saya yakin PKS akan sulit lolos ke senayan. Untuk itulah saya meminta PKS harus introspeksi lagi ketika telah mengambil kebijakan ini, tapi yang paling agak membantu bila PKS berani keluar dari koalisi dan melepas jatah menteri. Ini tantangan bagi PKS sebagai partai yang benar-benar mampu mengagregasi kepentingan rakyat dan bukan parpol yang pintar bersilat lidah” Jelas Bambang Arianto, Peneliti Politik Bulaksumur Empat Research and Consulting (BERC).

Pers Releasi BERC Oleh : BAMBANG ARIANTO




LENOVO ThinkPad Edge E130-A97 - Red

LENOVO ThinkPad Edge E130-A97 - Red

LENOVO ThinkPad Edge E135 1A3 - Red

LENOVO ThinkPad Twist S230U 6CA

ASUS VivoBook S200E-CT283H - Silver

ASUS VivoBook S200E-CT286H - Silver

ASUS Zenbook Prime UX21A-K1004H Ultrabook - Silver

ASUS VivoBook X202E-CT152H - Grey

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer