Home » » Mahasiswa Tewas Ditembak Polisi Solidaritas Mahasiswa Unismuh Unjuk Rasa

Mahasiswa Tewas Ditembak Polisi Solidaritas Mahasiswa Unismuh Unjuk Rasa

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 24 September 2013 | 7:14 AM



Kabarsulawesi.com – Makasar : Puluhan orang mahasiswa kampus hijau Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi-Selatan kembali turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa terkait dengan tragedi kematian rekan mereka dari fakultas Sospol yang dikabarkan mati tertembak di ruas Jl. Sungai Saddang, Makassar.

Kelompok pengunjuk rasa yang memperatasnamakan Solidaritas Mahasiswa Unismuh Makassar ini mengaku, terpukul mendengar tragedi kematian saudara mereka, alm. Aksal Pradito (26 thn).

Mahasiswa menyesalkan penembakan tanpa keterangan jelas yang telah merenggut nyawa rekan mereka sesama mahasiswa UNISMUH Makassar. Terkait hal itu, mahasiswa menilai tindakan penembakan terhadap Alm. Aksal Pradito sebagai salah satu bentuk pelanggaran kode etik di dalam lingkaran institusi kepolisian yang juga tidak terlepas dari kelalaian pimpinan kepolisian.

Kelalaian tersebut dinilai oleh kalangan mahasiswa telah membuktikan bahwa peranan institusi kepolisian sebagai pelaksana peraturan roda kehidupan saat ini tengah mengalami disfungsi, cacat mental.

Terlebih, dalam catatan mahasiswa, insident penembakan yang menimpa alm Aksal Pradito merupakan satu dari ribuan dugaan kasus pelanggaran HAM yang dilakukan oleh oknum anggota dari lingkungan institusi kepolisian di Sulawesi-Selatan

Atas dasar pemikiran itulah, hingga mereka memutuskan untuk turun ke jalan dan menggelar orasi guna menuturkan rasa empati dan simpati mahasiswa perguruan tinggi Universitas Muhammadiyah yang dituangkan dalam “Gerakan Solidaritas Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Anti Premanisme Militer”.

Melalui rangkaian pernyataan sikap yang disampaikan dari atas mobil truk kampas pada hari Senin (23/9) siang, para mahasiswa ini dengan terbuka menyampaikan suasana hati mereka yang mencekam, mengecam dan pada kesimpulannya menuntut palu keadilan agar aparat hukum dapat bertindak tegas untuk segera menuntaskan dugaan kasus penembakan terhadap rekan mereka Alm Aksal Pradito.

Aparat kepolisian di wilayah hukum Sulselbar juga diminta untuk dapat bersikap pro aktif dan dapat secepat mungkin menuntaskan dugaan kasus pengeroyokan terhadap rekan mereka, Fadly Akbar, serta menghentikan seluruh bentuk-bentuk pelanggaran HAM terhadap mahasiswa.

Terakhir, mereka menuntut agar Brigadir Syekh Yusuf segera dipecat dari institusi kepolisian, disertai pencopotan Kapolda Sulselbar, Burhanuddin Andi. Dalam aksinya, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar ini sempat menyandera dua unit mobil truk kampas jenis box yang digunakan sebagai mimbar orasi. Salah satu mobil dikenali milik perusaan TOP Coffe. Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas di sepanjang ruas Jl. Sultan Alauddin-Mallengkery sempat lumpuh total sampai ke perbatasan Kota Makassar, Kabupaten Gowa.

Aksi solidaritas mahasiswa yang berlangsung hingga hari Senin sore berakhir bentrok dengan aparat kepolisian dari Polsek Rappocini dan Polrestabes Makassar yang terpaksa melepaskan tembakan gas air mata untuk menghalau lemparan batu yang diarahkan mahasiswa kepada petugas.

Usai bentrok, polisi mengamankan dua orang mahasiswa yang diduga sebagai provokator terjadinya kericuhan hari Senin (23/9) siang hingga sore hari itu.

Setelah berhasil memukul mundur mahasiswa hingga memasuki areal kampus mereka polisi langsung mengambil tindakan membuka blokir jalan yang sempat dibuat lumpuh total oleh aksi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar.

Aksi solidaritas serupa ikut digelar mahasiswa dua perguruan tinggi swasta di kota Makassar yakni Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia dan Universitas Indonesia Timur. Beruntung, unras yang berlangsung di ruas jalan Urip Sumoharjo dan Rappocini, berjalan tertib dan lancar tanpa diwarnai keributan.

Polisi Angkat Bicara Soal Kronologis Penembakan

Aksal (26 thn) terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena nyaris membacok lengan kiri anggota kepolisian berinisial Y yang berusaha mengamankannnya saat akan menyerang salah satu warung milik pedagang kaki lima di Jl. Sungai Saddang.(fadly syarif)      
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer