Home » » Sampah Menumpuk di Saluran Drainase Virus Demam Berdarah "Mengintai"

Sampah Menumpuk di Saluran Drainase Virus Demam Berdarah "Mengintai"

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 19 September 2013 | 3:50 PM



Kabarsulawesi,com – Makassar : Laju pertumbuhan penduduk di Kota Makassar, Sulawesi-Selatan yang dari waktu ke waktu terus menunjukkan pertambahan, membuat suasana Ibukota provinsi  Sulsel, serasa kian sesak dan  padat oleh bangunan pemukiman warga yang sekaligus telah menjadi pemicu terus bertumbuhnya kawasan pemukiman liar bernuansa kumuh.

Seiring dengan kondisi tersebut, masalah persampahan di kota ini  telah menjadi sebuah pemandangan lazim, terutama di lokasi-lokasi pemukiman penduduk yang nyaris tak terjangkau oleh perhatian dari instansi berkompoten, dalam hal ini instansi tekhnis Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

Permasalahan sampah di kota Makassar, tak ubahnya fenomena gunung es yang dari tahun ke tahun semakin tak terbendung ditengah keterbatasan armada angkutan sampah dan tenaga kebersihan.

Tak heran, bila potensi penyakit juga semakin tinggi, terutama penyakit demam berdarah, malaria, diare, sampai kepada kasus muntaber. Dimana, salah satu pemicunya adalah kawasan lingkungan tempat tinggal yang semrawut dan tidak sehat.

Beralihnya fungsi sebahagian drainase di kota Makassar sebagai tempat pembuangan sampah buangan masyarakat dan para pedagang kaki lima yang  menggelar dagangannya di pinggiran jalan protokol, tak jarang menyebabkan terjadinya genangan air limbah, terutama disaat tibanya musim penghujan.

Dengan sendirinya, pertumbuhan jentik nyamuk pun semakin tak terkendali dan mulai membuat warga di sekitar  kian rentang dengan virus penyakit mematikan. Salah satu sample drainase yang mulai beralih fungsi sebagai tempat pembuangan sampah dapat dijumpai di Kelurahan Manuruki, Kecamatan Tamalate, Makassar, termasuk drainase di jalan poros Sultan Alauddin.

Kawasan ini merupakan satu dari sekian banyak lokasi pemukiman padat penduduk di kota Makassar yang sangat rentang terhadap resiko penyakit malaria, demam berdarah dan sejenisnya.

Terlebih dengan kondisi drainase saluran pembuangan airnya yang mengalami penyumbatan di sana-sini, sebagai akibat dari terjadinya penumpukan sampah pada sejumlah titik drainase.

Kini, warga masyarakat Kelurahan Manuruki hanya sanggup berharap, kiranya pemerintah dan jajaran instansi tekhnis berkompoten dapat lebih mengfokuskan perhatiannya pada upaya penanggulangan tumpukan sampah pada sejumlah lokasi drainase, terkhusus di areal pemondokan mahasiswa yang berlokasi di Jl. Sultan Alauddin III, samping kampus UIN Makassar. (fadly syarif) 

Keterangan Gambar :Saluran Drainase Berkubang Sampah di Ruas Jl. Sultan Alauddin Makassar, Sulawesi-Selatan
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer