Home » » Akil Dijerat Pasal Korupsi Dan Pencucian Uang

Akil Dijerat Pasal Korupsi Dan Pencucian Uang

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 11 Oktober 2013 | 3:30 AM

Kabarsulawesi.com – Jakarta : Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif, Akil Mochtar terancam dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait kasus dugaan suap penanganan sengketa Pilbup di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Kabupaten Lebak, Banten.

Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan, penerapan pasal TPPU untuk Akil Mochtar sangat mungkin dilakukan, sepanjang penyidik menemukan bukti-bukti permulaan terjadinya pencucian uang.

"Tapi sampai hari ini belum ada sangkaan untuk TPPU," ujar Johan.
Sementara informasi yang dihimpun, penyidik bersama pimpinan KPK rencananya akan melakukan gelar perkara Jumat besok, 11 Oktober 2013. Gelar perkara itu guna membahas penerapan pasal TPPU bagi Akil Mochtar.

Jika semua unsurnya terpenuhi, maka mantan politisi Golkar itu tak hanya menjadi tersangka kasus korupsi, tetapi juga tersangka tindak pidana pencucian uang.
 
Sebelumnya KPK telah menyita sejumlah aset Akil Mochtar yang diduga berasal dari tindak pidana. Di antaranya uang senilai Rp2,7 miliar dari rumah dinas Akil Mochtar di Jalan Widya Chandra III No 7, Jakarta Selatan.

Penyidik juga menyita tiga mobil mewah Akil Mochtar dari kediaman pribadinya di Komplek Liga Mas, Pancoran, Jakarta Selatan, yakni mobil Mercy S 350, Audi Q5, dan Toyota Crown Athlete. KPK juga menyita surat berharga senilai diatas Rp2 miliar.

Pengacara Akil, Tamsil Sjoekoer mengaku kliennya baru satu kali diperiksa penyidik terkait kasus suap sengketa pilkada. Menurutnya, pemeriksaan Akil Mochtar belum masuk materi pokok perkara, apalagi masalah dugaan pencucian uang.
 
Tamsil membantah jika disebut melakukan pencucian uang. Bahkan sejak awal Akil Mochtar tegas menyangkal telah menerima suap dari Chairun Nisa dan Cornelis Nalau. (sl)

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer