Home » » Gamawan Fauzi Si “Malin Kundang” Politik

Gamawan Fauzi Si “Malin Kundang” Politik

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 08 Oktober 2013 | 8:30 AM



Kabarsulawesi.com : PDIP mengubah jalan hidup seorang Gamawan Fauzi. Partai Banteng yang ketika itu mengambil sikap oposisi terhadap pemerintah pusat segera meminang tokoh jujur ini sebagai kandidat Gubernur Sumatera Barat periode 2005-2010. Bersama dengan Partai Bulan Bintang, Gamawan Fauzi yang berpasangan dengan Marlis Rahman akhirnya terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat.

Padahal awalnya menjelang Pemilukada Provinsi Barat tahun 2005 waktu itu, Gamawan Fauzi mencoba mencari perahu politik. PKS yang memiliki cukup kursi mengajukan calon gubernur menjadi pilihan pertama Gamawan. Ketika itu PKS ia anggap sebuah partai yang sejalan dengan ideologi politiknya, berbasis islam dan mengutamakan kejujuran. Namun apa lacur, PKS telah memiliki jagonya sendiri, Irwan Prayitno, saat ini menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat- yang merupakan kader PKS tulen.

Di awal ia memimpin Sumatera Barat, Gamawan Fauzi menjalin komunikasi yang intens dengan PDIP. Bahkan ketika PDIP memutuskan untuk menolak kenaikan harga BBM pada akhir 2005, ia adalah salah seorang kepala daerah yang ikut menolak kebijakan pusat tersebut. Pendek kata, Gamawan adalah seorang yang paham dan mengerti fatsun politik.

Namun sejarah pada akhirnya mencatat bahwa syahwat atas kekuasaan mengubah sosok jujur dan santun itu. Pada 15 Mei 2009, ia tiba-tiba muncul di atas panggung perhelatan Partai Demokrat di Gedung Sabuga Bandung yang mendeklarasikan SBY-Boediono sebagai Capres dan Cawapres. Melalui juru bicaranya ia bahkan berdalih bahwa saat menolak kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan harga BBM pada tahun 2005, ia hanya dalam posisi “mengetahui”, bukan “menyetujui”. Atas aksi pembelotannya tersebut, Gamawan Fauzi diganjar posisi Menteri Dalam Negeri oleh SBY.

Kini, di akhir masa pemerintahan SBY, Gamawan Fauzi dirundung banyak masalah. Tuduhan Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, bahwa ia menerima sejumlah dana dalam proyek e-KTP tentu bikin tak nyenyak tidur. Belum lagi blunder soal Lurah Susan, tak pelak membuat banyak pihak menganggap Sang Mendagri tak mengerti Konstitusi. Sejarah mungkin akan mencatat dirinya sebagai titisan Malin Kundang. (kluget.com)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer