Home » » Ketua MK Ditangkap Suap Terkait Sengketa Pemilu ?

Ketua MK Ditangkap Suap Terkait Sengketa Pemilu ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 03 Oktober 2013 | 3:30 AM



Kabarsulawesi.com – Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) di rumah dinasnya di Perumahan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2013) malam. Akil ditangkap bersama empat terperiksa lainnya.

Penangkapan mereka terkait dugaan suap terkait sengketa Pemilu Kada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah yang ditangani Mahkamah Konstitusi (MK).

Saat ditangkap Akil Mochtar tampak menangis. Akil pun saat dibawa ke markas Abraham Samad Cs, dirinya masih mengenakan sebuah peci.

Informasi dihimpun, KPK sudah membuntuti Akil sejak lama. Dan baru malam ini dugaan transaksional yang dilakukan yang bersangkutan bersama dengan salah satu anggota DPR Chairunnisa, terjadi.

Saat ini, Akil sedang menjalani pemeriksaan di ruang penyidikan. Status Akil masih terperiksa.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), terkait dugaan suap kasus sengketa Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Juru Bicara KPK, Johan Budi, mengatakan, penangkapan dilakukan sekitar 22.00 WIB di komplek Widya Candra, Jakarta Selatan. "Ada tiga orang yang baru saja ditangkap, ada serah terima sejumlah uang dalam bentuk dolar singapaura," kata Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2013).

Tiga orang yang ditangkap di rumah dinas pejabat negara tersebut diantaranya AM, CHN, dan CN. Kemudian setelah lakukan menangkap Widya Chandra, penyidik melakukan tangkap tangan di sebuah hotel di kawaasan Jakarta Pusat atas inisial HB seorag kepala daerah dan DH

"Diduga berkaitan dengan sengketa Pilkada. Jadi sengketa Pilkada di sebuah kabupaten di daerah Kalimantan," katanya.

Johan Budi tidak menampik bahwa dugaan suap yang dilakukan HB terkait sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas. "Saat ini posisi kelima orang masih dalam status terperiksa. Jadi penyidik KPK punya waktu 1x24 jam untuk memutuskan," ujarnya.

Dalam OTT tersebut KPK menyita barang bukti berupa uang dalam bentuk dolar Singapura. "Perkiraan sementara kalau dirupiahkan sekitar Rp 2-3 miliar," katanya. (tribunnews.com)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer