Home » » Pemberhentian Tetap Ketua KPU Luwu 2 Orang Direhabilitasi dan Peringatan Keras

Pemberhentian Tetap Ketua KPU Luwu 2 Orang Direhabilitasi dan Peringatan Keras

Written By Redaksi kabarsulawesi on Minggu, 06 Oktober 2013 | 8:57 PM

Kabarsulawesi.com – Luwu :  Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu memberikan sanksi pemberhentian tetap kepada Ketua KPU Luwu H Andi Padellang. Selain itu juga memberikan sanksi tertulis berupa peringatan keras kepada Ashar Sabry, dan Muh. Ridwan Salam.    

Sanksi tersebut disampaikan dalam sidang dengan agenda pembacaan Putusan (03/10) pukul 15.00 di Ruang Sidang DKPP, Jalan MH Thamrin No.14. Selaku ketua majelis Jimly Asshiddiqie, anggota majelis Nur Hidayat Sardini, Anna Erliyana, Saut H Sirait, Valina Singka Subekti dan Ida Budhiati.

Sanksi itu berdasarkan penilaian atas fakta dalam persidangan, setelah memeriksa keterangan Pengadu, memeriksa dan mendengar jawaban para Teradu, dan memeriksa bukti-bukti dokumen yang disampaikan Pengadu dan Teradu.

Teradu I, Teradu III dan Teradu V telah terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu. DKPP harus menjatuhkan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan,” jelas Jimly.


DKPP juga merehabilitasi Sadakatti Andi Arsyad dan Samsul Alam. Keduanya dinyatakan tidak terbukti melanggar kode etik penyelenggara Pemilu. “DKPP memerintahkan kepada KPU Provinsi Sulawesi Selatan untuk menindaklanjuti Putusan ini sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan memerintahkan kepada Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengawasi pelaksanaan tindak lanjut putusan ini,” tandas guru besar hukum tata negara di Universitas Indonesia itu.

Pihak Pengadu Hadyang, anggota Panwaslu Kabupaten Luwu. Sedangkan pihak Teradu yaitu ketua dan anggota KPU Luwu masing-masing; Teradu I  H Andi Padellang, Teradu II Saddakatti Andi Arsyad, Teradu III Muh Ashar Sary, Teradu IV Samsul Alam dan Teradu V Muh Ridwan Salam.

Pemecatan Ketua KPU Luwu ini bermula adanya gugatan Panwaslu Kabupaten Luwu yang 
menemukan dukungan parpol calon bupati Basri Suli-Thomas Toba tidak memenuhi syarat. Dimana partai PDK yang bertanda tangan dalam surat dukungannya ternyata bukan pengurus PDK.
Pilkada Kabupaten Luwu sendiri digelar pada 18 September 2013 lalu, dan dimenangkan calon bupati incumbent Andi Mudzakkar-Amru Saher, dengan raihan suara 45,45 persen.

Di posisi kedua, ditempati pasangan Basmin-Syukur Bijak dengan 44,69 persen. Lalu di tempat ketiga, Basri Suli- Thomas Toba dengan 9,86 persen.

Namun hasil pemilu tersebut digugat pasangan calon Basmin Mattayang-Syukur Bijak ke Mahkamah Konstitusi (MK)  lantaran penuh dengan kecurangan. (DKPP/jamal andua)

Kronologis terjadinya gugatan dan hasil putusan KPU Luwu : Klik atau Download berkas Pdf nya disini

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer