Home » » Peringati Hari Guru Internasional Gelar Doa Bersama

Peringati Hari Guru Internasional Gelar Doa Bersama

Written By Redaksi kabarsulawesi on Minggu, 06 Oktober 2013 | 3:48 PM



Kabarsulawesi.com – Palu : Sabtu, 6 Oktober 2013, ribuan Tenaga Pendidik tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Sulteng, menggelar aksi damai dengan doa bersama di sekolah masing-masing, Aksi yang dimulai serentak pukul 11.00 sampai 11.10 WITA ini, juga digelar di seluruh sekolah yang ada di Indonesia.

Aksi yang dilaksanakan secara bersama-sama ini tidak lain dalam rangka memperingati Hari Guru Internasional (HGI) yang jatuh pada tangga, 6 Oktober 2013.

Dalam doa bersama guru meminta agar kesejahteraannya diperhatikan dan juga meminta agar pemerintah merespons usulan nasib guru honorer.

Perlakuan yang diterima guru honorer dan guru swasta seakan tidak manusiawi. Karena, tambah Nursalam, mereka (guru honorer,red) hanya diberi upah Rp100 sampai Rp200 ribu per bulan.

Sejumlah tuntuan PGRI adalah perbaikan upaya profesionalisme guru melalui peningkatan kualifikasi pendidikan dan sertifikasi profesi. Tuntutan berikutnya adalah pelaksanaan ujian nasional (unas) dihapus dan evaluasi belajar diserahkan kepada pendidik seperti tuntutan undang-undang. Posisi saat ini evaluasi belajar dipegang pemerintah melalui Kemendikbud.

PGRI juga menuntut diberlakukannya upah minimal regional guru (UMRG). Saat ini guru swasta banyak yang mendapatkan gaji tidak layak. Mulai dari Rp 300 ribu per bulan. Mereka berharap gaji guru minimal harus setara dengan upah minimum kabupaten/kota. Penghasilan guru tidak boleh dibawah buruh.

 

Apa yang menjadi harapan PGRI Palu, harus direspon oleh pemerintah, baik dari pemprov maupun pemkot. Karena masih banyak tenaga honorer yang menerima honor yang tidak layak. Sehingga pemerintah dapat membantu untuk memberikan honor yang lebih layak.

Hal serupa  juga terjadi di SDN 15 Palu, sekaligus  melantunkan doa selama 10 menit. Para guru menuntut Pemkot untuk aktif dalam mensejahterakan nasib guru di Kota Palu, khususnya untuk tenaga honorer.

Kepsek SDN 15, Sukarji, guru yang berstatus guru honorer, jangan di pandang sebelah mata dalam mengajar di sekolah. Karena tenaga honorer sangat dibutuhkan untuk membantu guru yang berhalangan, seperti guru PNS yang sedang sakit, ataupun ada keperluan lain sehingga guru honorer yang akan membantu untuk menggantikan proses mengajar di sekolah.

Sukarji juga mengimbau kepada guru di Kota Palu untuk tetap konsekuen. Seperti guru yang sudah sertifikasi harus sudah memiliki laptop. Sehingga proses mengajar terlaksana bukan karena ada kepala sekolah, pengawas, kepala dinas, juga karena walikota, tetapi mengajar karena amanah yang diberikan Allah swt. (sl)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer