Home » » Perusahaan Tambang Ilegal Mengangkut 650.000 Matrik Ton Orb Nikel Perbulannya

Perusahaan Tambang Ilegal Mengangkut 650.000 Matrik Ton Orb Nikel Perbulannya

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 01 Oktober 2013 | 3:01 PM

Kabarsulawesi.com – Palu : Bentuk penghianatan negara kini terjadi di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah. Berdasarkan temuan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulteng, di blok Bahodopi Kabupaten Morowali, telah terjadi pengangkutan  orb nikel  secara ilegal. 

Demikian rilis pers Moh Rifai M Hadi, Manager Riset dan Kampanye, Jaring Advokasi Tambang (Jatam) Sulawesi Tengah, yang dikirim ke email kabarsulawesi.com, hari ini (1/10-13).

Jatam Sulteng demkian rilisnya, telah melakukan investigasi adanya penambangan nikel illegal. Dari hasil investigasi, ada empat perusahaan tambang ilegal yang mengangkut orb nikel dari blok Bahodopi, antara lain:

Pertama, PT Citra Mandiri Putra Perkasa (CMPP) mengangkut orb nikel dua kali dalam sebulan; kedua, CV. Tridaya, mengangkut orb nikel tiga kali dalam sebulan; ketiga, PT Bintang Delapan Mineral (BDM) mengangkut orb nikel empat kali dalam sebulan; keempat  PT Han Pang mengangkut orb nikel  empat kali dalam sebulan.

Keempat perusahaan tambang ilegal tersebut mengangkut orb nikel, sebanyak 13 kali dalam sebulan. Yang rata-rata, sekali mengangkut memuat sebanyak 50.000 matrik ton. Maka, jika dikalkulasikan keseluruhnya mencapai 650.000 matrik ton per bulannya orb nikel itu diangkut secara ilegal. Dengan harga patokan orb nikel mencapai US$ 12,52 dan US$ 19,59 per matrik ton. Jadi jika dikalikan, US$ 12,52 x 650.000= US$ 813.8000.

“Morowali yang kaya akan sumber daya alam itu, hanya mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 670 juta rupiah pada tahun 2010. Yang berarti kerugian Negara begitu melimpah. Pun, sektor pertambangan telah merusak hutan yang berakibat pada kesengsaraan rakyat yang berkepanjangan.” Ungkap Rivai dalam rilis persnya itu.


Dia juga mengungkapkan adanya kesengsaraan dari nikmat yang didapat sejumlah perusahaan tambang nikel illegal tersebut. Kesengsaraan itu dimulai dari Banjir yang terjadi pada tahun 2011. Banjir yang melanda: Desa Bahodopi, Keurea, Fatufia, Trans Makarti dan Bahomakmur telah mengakibatkan putusnya jalan menuju kantor camat, SLTP, dan SMU. Bukan hanya itu, sekitar 100 lebih rumah ikut terendam banjir, 20 hektar sawah juga ikut terendam.

“Kemudian, pada pertengahan tahun 2013 lalu, banjir kembali melanda Morowali, mengakibatkan sebuah Jembatan Rangka Baja Ipi Satu ambruk. Yang merugikan sekitar 12 milyar. Banjir yang setiap tahun melanda Morowali adalah bentuk dari keserakahan indusri ekstraktif pertambangan dan perkebunan kelapa Sawit yang merambah kawasan hutan”. Tegasnya.

Jatam Sulteng menduga, pengangkutan ilegal itu sudah dilakukan selama berbulan-bulan, yang telah merugikan negara. Pun, di duga ada kongkalingkong antara Pemda Morowali dan investor tambang.

Dalam pengangkutan itu, diketahui hanya pada blok Bahodopi. Sedangkan untuk Kabupaten Morowali secara keseluruhan belum diketahui.

Jatam Sulteng meyakini, jika demikian, telah jelas-jelas melanggar UU Mineral dan Batubara (Minerba) nomor 4 tahun 2009. Sebab, perusahaan tambang itu tidak memenuhi prosedural dari Undang-undang Minerba, yang disebut Clear and Clean, kemudian sudah berani melakukan tindakan pengangkutan. Jika dibiarkan terus dilakukan, maka akan merugikan negara berjuta kali lipat dari sebelumnya.

“Ini namanya pencurian. Meskipun sudah ada Izin Usaha Pertambangan (IUP), namun IUP  yang dikeluarkan Pemda Morowali tidak prosedural berdasarkan UU Minerba. Harus di ungkap semua”. Ungkap Rivai.

Jatam Sulteng menganggap, pengangkutan orb nikel secara ilegal itu adalah melanggar regulasi yang ada. Pun, ada indikasi kongkalikong pejabat daerah dan pihak perusahaan. Selanjutnya telah menyensarahkan rakyat sekitar.

“Maka dari itu, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulteng menyatakan sikap, sebagai berikut: Mendesak Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah untuk memeriksa Bupati Morowali, Anwar Hafid karena telah merugikan Negara dan Mencabut seluruh IUP di Kabupaten Morowali demi keselamatan rakyat”. Pinta Jatam Sulteng. (soel)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer