Home » » Amnesty Internasional Sesalkan Tembak Mati Warga Pakistan ?

Amnesty Internasional Sesalkan Tembak Mati Warga Pakistan ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 19 November 2013 | 8:09 AM

ilustrasi
Kabarsulawesi.com : Eksekusi seorang warga Pakistan di Indonesia pada hari Minggu, dilakukan secara rahasia. Ini merupakan langkah mengejutkan dan merupakan kemunduran. Hal itu diungkapkan Josef Benedict dari Amnesty Internasional untuk Indonesia dan Timor Leste dalam emailnya yang diberi judul , “Lima eksekusi menegaskan tren baru yang mengejutkan tentang kerahasiaan”, yang dikirim ke kabarsulawesi.com, (18/11-2013). 

Dalam emailnya itu Josef mengatakan, menurut laporan media, Muhammad Abdul Hafeez, 44 tahun, dieksekusi oleh regu tembak pada Minggu dini hari. Hafeez adalah orang kelima yang dieksekusi mati tahun ini sejak Indonesia kembali melakukan eksekusi pada bulan Maret, setelah empat tahun absen. Lima orang lainnya diyakini sedang menghadapi resiko besar akan dieksekusi.

Rilis Email Josef, Papang Hidayat, Peneliti Indonesia untuk Amnesty International, berkomentar:

"Eksekusi mati terbaru dengan regu tembak ini menyoroti tren yang mundur dan menyedihkan di Indonesia untuk membungkus eksekusi mati dalam kerahasiaan. Ketiadaan transparansi tidak hanya menghancurkan bagi individu dan keluarga mereka, tetapi juga dapat mencegah permohonan banding pada menit-menit terakhir untuk penundaan eksekusi.

"Tindakan tersebut melayang di hadapan komitmen pemerintah Indonesia untuk menegakkan hak asasi manusia. Kami mendesak pihak berwenang untuk tidak melaksanakan hukuman mati lainnya. Eksekusi lainnya juga akan merusak lebih lanjut upaya pemerintah untuk melindungi warga negara Indonesia yang menghadapi hukuman mati di luar negeri.


"Dengan eksekusi yang dilakukan secara rahasia ini, tampaknya pemerintah juga berusaha untuk mencegah informasi lengkap dan perdebatan publik tentang penggunaan hukuman mati."

Muhammad Abdul Hafeez ditangkap di Bandara Internasional Soekarno - Hatta pada 26 Juni 2001 karena diduga menyelundupkan 900 gram heroin ke Indonesia. Dia dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada 28 November 2001.

Penggunaan hukuman mati terkait kejahatan narkoba tidak memenuhi ambang "kejahatan paling serius" sebagaimana diatur dalam hukum internasional .

Amnesty International tidak mengetahui bahwa keluarga atau perwakilan dari lima orang yang dieksekusi mati tahun ini telah diberitahu di awal.

Setidaknya ada 130 orang dijatuhi hukuman mati di Indonesia. Sekitar setengah dari terpidana mati tersebut, banyak di antaranya adalah warga negara asing, telah dihukum karena kejahatan narkoba. Sejauh ini pada tahun 2013 setidaknya delapan orang telah dijatuhi hukuman mati. Setidaknya 12 orang dijatuhi hukuman mati pada tahun 2012.

Hukuman mati di Indonesia dilakukan oleh regu tembak. Terpidana mati memiliki pilihan antara berdiri atau duduk, dan dapat memutuskan apakah ingin mata mereka ditutup oleh penutup mata atau tudung. Regu penembak terdiri dari 12 orang, tiga di antaranya dipersenjatai dengan peluru tajam, sedangkan sembilan lainnya peluru hampa. Para penembak menembak dari jarak antara lima dan 10 meter.

Amnesty International menentang hukuman mati dalam semua kasus tanpa pengecualian.

Papang Hidayat
Peneliti - Indonesia & Timor-Leste
Amnesty International Secretariat
1 Easton Street
London WC1X 0DW, UK



Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer