Home » » Adnan Buyung Tantang KPK Periksa Ibas Terkait Uang US$200 Ribu dari Grup Permai

Adnan Buyung Tantang KPK Periksa Ibas Terkait Uang US$200 Ribu dari Grup Permai

Written By Redaksi kabarsulawesi on Minggu, 26 Januari 2014 | 7:30 AM


Kabarsulawesi.com – Jakarta : Pengacara Anas Urbaningrum, Adnan Buyung Nasution, Jumat 24 Januari 2014, meminta penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memeriksa Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas di kasus gratifikasi Hambalang.

Menurut Buyung, pemeriksaan terhadap Ibas sangat penting untuk mengkonfirmasi apakah dia turut menerima uang atau tidak.

"Justru (Ibas) harus diperiksa, bahwa ada informasi dia ikut terima uang kan harus diperiksa. Nazar saja diperiksa, siapa lagi yang lain, juga diperiksa. Tapi jangan distop sampai Nazar saja," kata Buyung.

Selama ini, kata Buyung, putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu disebut-sebut pernah menerima uang US$200 ribu dari Grup Permai, perusahaan milik Nazaruddin. Ia berharap, KPK dalam waktu dekat, bisa menjadwalkan pemanggilan untuk Ibas.

"Biarpun dia anak presiden kalau dia terlibat, KPK harus kita dorong, berani memanggil. Supaya jelas, kalau nggak kan jadi omongan orang terus," ujar Buyung.

Somasi Ibas Terlalu Dini

Sementara itu, terkait somasi yang dilayangkan Ibas melalui tim pengacara keluarga SBY, Palmer Situmorang, karena keberatan Ibas selalu disebut menerima uang Hambalang, Buyung menilai somasi terlalu dini. Apalagi proses hukum kasus Hambalang masih berjalan.

"Biarkan dulu KPK periksa Ibas, apakah dia salah atau tidak, kalau setelah diperiksa tidak ada dasar hukum menuduh Ibas, bebaskan Ibas. Baru bisa dibalik perkaranya, yang menuduh Ibas itu yang dituntut," kata Buyung.

Sebelumnya, Ibas melalui pengacara keluarga SBY, Palmer Situmorang melayangkan somasi kepada politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah atas pernyataannya yang meminta KPK agar Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas diperiksa terkait kasus Hambalang.

Menurut Palmer, tidak ada satu pun saksi di dalam persidangan yang menyebut nama Ibas menerima uang Hambalang.

Presiden SBY berkali-kali menegaskan bahwa KPK diminta bertindak memberantas korupsi.  Dan tidak usah pandang bulu. KPK harus profesional, kata SBY. Sehingga kalau pun Ibas atau orang dekatnya diperiksa KPK, silakan saja, asalkan profesional.

Keluarga istana SBY adalah manusia biasa, bisa benar, bisa salah, jadi KPK tak perlu ragu memeriksa Ibas atau orang dekatnya, asalkan secara profesional,berdasarkan bukti dan proses hukum yang baik. Jangan sampai KPK mengesankan seolah istana SBY melarang atau menghalangi atau menghambat KPK periksa Ibas atau orang dekatnya, sehingga yang rusak malah nama baik  Cikeas.

''KPK lebih baik bekerja saja, periksa orang dekat Ibas atau Ibas pula, kalau tak ada bukti, jangan diteruskan. Katakan benar kalau benar, katakan salah bila salah,'' kata peneliti CSRC UIN Jakarta Mohamad Nabil, yang juga mahasiswa pasca sarjana STF Driyarkara.

''Pak SBY dan keluarga itu manusia biasa,berbudi dan rasional,  saya percaya itu. Dan kalau ada bukti silakan KPK periksa. Tapi jangan terkesan seolah Cikeas menghambat atau menghalangi KPK, atau menakut-nakuti KPK, saya kira semua bisa berjalan wajar sebagai manusia biasa, Presiden berkali kali menegaskan KPK harus basmi KKN dan itu bukan lip service karena di depan publik,'' katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan memeriksa Direktur Utama PT Rajawali Swiber Cakrawala Deni Karmaina.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto memastikan pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap orang yang telah dicegah terkait kasus yang sedang dilakukan penyidikan.

Termasuk ajudan Menteri ESDM Jero Wacik, I Gusti Putu Ade Pranjaya, Herman Afif dari Masyarakat Pertambangan Indonesia, dan seorang konsultan Eka Putra, yang telah dicekal dalam kasus dugaan suap di lingkungan SKK Migas

Ditanyakan soal kapan mereka diperiksa terkait penyidikan suap di lingkungan SKK Migas, Bambang mengakui kewenangan itu berada di tangan penyidik KPK.
"Saya mesti cek, apakah mereka belum diperiksa. Saya perlu untuk cek ke satgasnya," tandas mantan ketua YLBHI itu.

Hasil penelusuran yang dilakukan oleh INILAH.COM, Deny merupakan orang dekat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Bahkan Deny juga menjadi 'deputi' Ibas dalam struktur kepengursan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.(sumber : rimanews)

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer