Home » » Butuh 1,87 T Pulihkan Kerusakan Banjir di Manado

Butuh 1,87 T Pulihkan Kerusakan Banjir di Manado

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 22 Januari 2014 | 8:30 AM

Kabarsulawesi.com – Manado : Bencana alam tahun ini paling hebat di Sulut. Selain menelan korban tewas 19 orang (belum termasuk yang hilang di Tinoor), banyak fasilitas publik dan rumah rusak. Total kerugian yang dilaporkan Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang kepada Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat  (Menko Kesra) Agung Laksono dan Menteri kesehatan (Menkes) dr Nafsia Mboi di Bandara Sam Ratulangi Manado, Sabtu (18/1), ditaksir Rp1,87 triliun.

‘’Kerugian ini meliputi 80 ribu jiwa. Jumlah warga yang mengungsi 15 ribu jiwa. Ini sudah mencakup semua kerugian baik materi, infrastruktur, kesehatan dan lain-lain,” papar SHS saat menjemput Menteri Sabtu pukul 10.00 Wita.

SHS menambahkan untuk rumah, yang kena rusak ditaksir sebanyak 250 ribu buah. Untuk Manado sendiri rumah rusak ringan diperkirakan 4789, rusak sedang 1926 dan rusak berat 3.611. Di Minahasa Selatan ada 852 rumah rusak berat termasuk tenggelam banjir dan air laut. Sebuah jembatan rusak dan puluhan jalan rusak parah.

Untuk mobil  diperkirakan ada ratusan yang rusak parah, termasuk mobil mewah Hummer milik Plaza Hotel dan sejumlah  pengusaha di Dendengan Dalam ikut  rusak. Kemudian rumah ibadah, masjid sebanyak 36 yang direndam banjir, gereja sebanyak 28 buah, klenteng sebanyak (selengkapnya baca grafis) empat buah di Kelurahan Pinaesaan dan Calaca. Selain itu, banyak hotel bintang satu dan melati ikut kena getah.

Di Kelurahan Istiqlal, ada Hotel River Side, di  pecinan ada Hotel Makmur, Hotel Regina, Hotel Rex, Hotel Angkasa, Hotel Plaza Manado, Hotel Orion, Hotel Griya Sintesa, Hotel Ebony, Hotel Ahlan dan Hotel Metropolitan di Kelurahan Mahakam serta sejumlah penginapan atau homestay. Nilai kerugian yang cukup besar dialami sekira 500 toko dan kios, beberapa dealer mobil, puluhan bengkel motor  yang tersebar di pecinan dan daerah lain yang kena banjir.


Seperti diketahui, saat menjemput dua menteri SHS yang didampingi Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil MPd, pejabat Pemprov Sulut, Kapolda Sulut Brigjen Pol Robby Kaligis, Panglima Kodam VII Wirabuana Bachtiar SIP, Kepala Basarnas, BNPB, dan BMKG menjelaskan nilai kerugian Rp1,87 triliun. Bencana terjadi hampir di seluruh kabupaten kota di Sulut. Dengan Kota Manado sebagai titik terparah. “Bencana kali ini sangat masiv dan berdampak besar kepada masyarakat,” ujar SHS.

“Begitu bencana terjadi, pemprov segera membentuk tim untuk menangani situasi ini, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, Basarnas, TNI, Kepolisian serta instansi-instansi yang terkait seperti Dinas Sosial, Dinkes, dan BMKG yang terus memantau segala situasi terkait bencana yang terjadi,” bebernya. Setelah membuat laporan SHS menemani Menko Kesra meninjau langsung lokasi yang terkena bencana banjir di Manado dan Tinoor Tomohon. Lokasi yang ditinjau di antaranya Kelurahan Ranotana Weru, Kelurahan Komo Dalam, Jembatan Dendengan Dalam hingga meninjau lokasi tanah longsor di Tinoor, Jl Raya Tomohon-Manado. Di Kelurahan Ranotana Weru, selain memberikan bantuan, rombongan melihat kondisi pasca banjir dan mendapat keterangan dari warga sekitar bahwa sungai yang lebarnya hanya tiga sampai empat meter saat ini sudah melebar hingga lebih dari sepuluh meter.

Di Komo, rombongan turun sampai ke dalam daerah banjir, sampai ke kantor kelurahan Komo di Lingkungan satu yang ketika ditinjau mempunyai kondisi yang sangat parah. Lumpur setinggi sekira 20 cm dan rumah-rumah yang rusak menjadi pemandangan rombongan di tempat ini.

Titik terakhir pantauan rombongan yaitu jembatan yang putus di Kelurahan Dendengan Dalam. Jembatan yang menghubungkan Kelurahan Dendengan Dalam dan Banjer ini terputus dengan kondisi yang sangat parah. Di samping jembatan terdapat sebuah rumah yang terperosok hingga ke sungai. Di tempat ini juga, rombongan meninjau dapur umum, bahkan Agung Laksono dan SHS membantu para tim dapur umum menyiapkan makanan.

Menko Kesra sendiri rencananya akan kembali ke Jakarta pada Minggu (19/1) kemudian Wapres akan datang rencananya pada Selasa (21/1) nanti.

Kedatangan dua menteri ini atas perintah langsung  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). ‘’Segera setelah kabar bencana sampai di pusat, Presiden langsung menggelar sidang kabinet dan memutuskan untuk membagi dua tim karena ada juga situasi bencana di Sinabung, Sumatera Utara, sehingga Presiden ke sana (Sinabung) dan tim kami yang meninjau disini,” kata Menkokesra Agung Laksono saat berkunjung ke Sulut, Sabtu siang kemarin.

Agung menambahkan, status bencana alam di Sulut masuk klasifikasi tanggap darurat. “Nanti juga telah dijadwalkan Wakil Presiden akan meninjau langsung.

Agung sendiri memberitahukan pusat membantu sebanyak lima kloter Pesawat Hercules yang dibagi dalam beberapa tahap pengiriman. Pesawat ini mengangkut bantuan dari BNPB berupa alat-alat rumah tangga, tenda, tikar, dan peralatan lain sebanyak 32,2 ton. Dari Kemenkes berupa obat-obatan dan keperluan kesehatan lainnya sebanyak 10,1 ton. Dari Kemensos makanan siap saji, peralatan makanan, peralatan rumah tangga sejumlah 15 ton dengan total bantuan 57,3 ton. Pengiriman bantuan dilaksanakan dengan empat kali penerbangan yaitu satu kali pada Jumat (17/1), dua kali pada Sabtu (18/1) dan satu kali Minggu (19/1).(manadopost/*)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer