Home » » Imigrasi Parepare Belum Terapkan Bayar Biaya Paspor ke BNI

Imigrasi Parepare Belum Terapkan Bayar Biaya Paspor ke BNI

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 23 Januari 2014 | 2:02 PM


Kabarsulawesi.com – Parepare : Kantor Imigrasi saat ini telah menerapkan pembayaran tidak lagi langsung ke Kantor Imigrasi diamana pemohon paspor mengurus paspornya, tapi melakukan pembayaran ke Bank yang ditunjuk yakni Bank Negara Indonesia (BNI).
 
Pembayaran paspor melalui Bank BNI dilakukan dalam rangka memberikan kepastian pelayanan, biaya dan transparansi kepada masyarakat. Hal ini juga diharapkan dapat mengurangi antrian pada saat pembayaran di Kantor Imigrasi. Selain itu, untuk memudahkan proses rekonsiliasi dan mendukung program Pemerintah melakukan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara online.

Namun tidak semua Kantor Imigrasi menerapkan pembayaran langsung ke BNI. Salah satunya adalah Kantor Imigrasi Kelas II Parepare. Hingga saat ini, pihak imigrasi Parepare belum menerapkan system pembayaran ke pihak Bank.
Hj. Derita

Kabag Tata Usaha Kantor Imigrasi Kelas II Parepare, Hj. Derita, SH yangditemui di ruang kerjanya ketika ditanya hal itu, belum tahu apa penyebabnya. Namun katanya,pernah dibicaran dan dirapatkan.

“Kita berharap pihak BNI bisa menempati salah satu ruang di Kantor Imigrasi untuk memudahkan pemohon paspor untuk melakukan pembayaran.” Ungkap Hj. Derita.

Saat ini, Kantor Imigrasi Parepare melayani 13 daerah Kabupaten dan kota di Sulawesi selatan. Selain melayani paspor umum, juga melayani paspor untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terbanyak dimohonkan adalah Paspor TKI untuk tujuan Malaysia.

“Untuk Paspor umum rata-rata menggunakan paspor 48 halaman, sedangkan untuk Paspor yang digunakan TKI paling banyak paspor 24 halaman.” Kata Hj. Derita. (Soel)

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer