Home » » Jangan Beri Makanan Mie Instan Ke Pengungsi Korban Banjir

Jangan Beri Makanan Mie Instan Ke Pengungsi Korban Banjir

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 22 Januari 2014 | 8:46 AM


Kabarsulawesi.com - Donggala : Bahan makanan jenis mie instan justru akan memperburuk kesehatan para balita dan anak – anak yang berada di pengungsian. Untuk itu dia menyarankan agar BPBD menyiapkan makanan bergizi seperti telur dan susu. Makanan yang banyak penyedap itu akan memperburuk kesehatan, apalagi mereka yang berada di pengungsian. Saya minta makanan itu jangan disajikan namun di ganti dengan makanan yang bergizi.


Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Donggala Vera Elena Laruni meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Donggala untuk tidak memberikan mie instan kepada ratusan balita dan anak – anak pengungsi di sejumlah kecamatan akibat bencana banjir bandang.
Banjir bandang kembali menerjang lima kecamatan yaitu Kecamatan Sojol, Labuan, Sindue Tobata, Sindue dan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/01) dini hari. Akibatnya, dua jembatan di dua desa yakni Desa Sumari dan Desa Gumbasa Kecamatan Sindue Tobata ambruk dan memutuskan jalur transportasi antar desa.

Banjir bandang yang terjadi ini akibat hujan lebat yang terjadi dari sore hingga malam hari. Bukan hanya menghanyutkan jembatan, tetapi juga merendam ratusan rumah di wilayah tersebut. Tidak ada korban jiwa yang di timbulkan. Namun 9 rumah rusak parah akibat terjangan banjir tersebut.


Kepala BPBD Donggala Happy Sri Handayani merespon keinginan Wakil Bupati Donggala tersebut. Pihaknya akan tetap menyajikan mie instan bagi masyarakat, namun akan menyarankan kepada para orang tua yang memiliki balita dan anak – anak untuk tidak memberikan mie tersebut kepada anak - anak mereka. (soel/sumber beritapalu.com)

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer