Home » » Pelajar Usia 16 Tahun Tewas di Dor Anggota Patmol

Pelajar Usia 16 Tahun Tewas di Dor Anggota Patmol

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 24 Januari 2014 | 9:01 AM

Rudi Lasuwardy Pinantik (16)
Kabarsulawesi.com - Makassar : Rudi Lasuwardy Pinantik (16), tewas tepi Kanal Barayya, diduga terkena peluru anggota patroli bermotor Mapolsekta Rappocini, sedangkan rekannya, Ardiawan (16), masih menjalani perawatan di UGD RS Polri Bhayangkara, Makassar. Peluru kaliber 30 mm yang bersarang di bokong kirinya, sudah diangkat. Selain lukanya, Ardi sehat dan dalam masa pemulihan. Dua remaja usai 16 tahun, tertembak pistol saat aparat polisi melerai pertiakan dua kelompok pemuda Barabarayya di Jl Sungai Saddang Baru, Rappocini, Makassar, Kamis (23/1/2014) dini
 
Kronologis kasus meninggalnya pelajar SMK 3 Makassar, Rudi Lazuardi (16) di Kanal Jl Sungai Saddang Baru, Makassar, Kamis (23/1/2014) sampai saat ini masih simpang siur.
Seperti dilansir tribun timur, Dari pengakuan rekan korban, Ardi, dia dan Rudi tak ikut tawuran, melainkan hanya nonton. “Saat itu saya mendapati Rudi nonton tawuran, tiba-tiba polisi bermotor datang, kami langsung lari,” katanya.
Saat itu pun Rudi lari hingga meloncat ke kanal dekat SPBU Pertamina Sungai Saddang Baru. Setelah jatuh di kanal polisi menembaki Rudi. 

Saat ia selesai makan nasi kuning, ia masuk ke warnet Baskul untuk membeli rokok di Jl Kelapa Tiga. Tak lama  keduanya melihat orang yang lagi ramai diperbatasan Jl Sungai Saddang dan Jl Muh Yamin,  Rudi berlari mendekat ke keramaian itu, sementara Ardi baru keluar dari penjual rokok.

Tak lama kemudian, polisi datang membubarkan semua orang yang ada di lokasi bentrokan tersebut. Polisi melakukan pengejaran, keduanyanya pun ikut lari karena panik.  Sementara Rudi pergi melihat. Pada saat itu, keduanya langsung di larikan ke RS Bhayangkara untuk diberikan pertolongan. Sementara perjalanan Rudi meninggal,  karena kehabisan darah. Usai ditembak, darah terus bercucuran di tubuh korban. 
 
Ardi jalani perawatan
Terkait penembakan yang dilakukan oleh salah satu anggota polsek Rappocini, Brigpol Andi Ade Kurniawan kepada Rudi, membuat  Kapolrestabes Makassar Kombes Wisnu Sandjaja mengatakan, polisi sudah bertindak sesuai prosedur. Tembakan ke arah pelaku dilakukan untuk melumpuhkan, karena tindakannya membahayakan petugas. Korban tidak menghiraukan tembakan peringatan sehingga dilumpuhkan.

Menurutnya, pada saat diamankan, Rudi membawa busur dan hal tersebut merupakan salah satu barang bukti. Rudi memang salah satu remaja yang sering ikut bentrokan bahkan Rudi juga diketahui  pernah menjadi pemukul anggota Polsek Tamalate. Dan alasan itulah pihaknya menjadi marah dan menandai wajah Rudi.

Namun begitu, kata Kapolrestabes, Polrestabes Makassar  Oknum Polisi penembak siswa SMK saat tawuran, Rudi, ditangani Propam Polrestabes Makassar. (soel/sumber berita & foto : tribun timur)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer