Home » » Korupsi ATK Libatkan Mantan Komisioner KPU Bone Terkatung-Katung ?

Korupsi ATK Libatkan Mantan Komisioner KPU Bone Terkatung-Katung ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 19 Februari 2014 | 2:20 PM

Kabarsulawesi.com – Bone : Muhiyyin Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bone, resmi dijadikan tersangka oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bone dalam kasus dugaan mark-up pengadaan tas PPK-PPS dan alat tulis kantor KPU Bone. Tipikor Polres Bone juga menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni Sekretaris Alimin Arsyad, Bendahara Suci Rahman, dan Agus Suwandi rekanan PT Trias Muda. Pasal yang disangkakan ke empat tersangka melanggar Pasal 2 dan 3 UU No.31 tahun 1999/UU Tipikor No.20 tahun 2001 dengan ancaman lima tahun ke atas.
 
Kasus dugaan mark-up pengadaan tas PPK-PPS dan alat tulis kantor KPU Bone ini, berawal dari pada 30 April 2013. Dugaan mark-up harga tas untuk 66 anggota KPPS di 27 kecamatan di Kabupaten Bone, dari anggaran gaji anggota KPPS. Harga tas dipasaran jauh dari laporan pertanggung jawaban KPU Bone yakni sebesar Rp75 ribu/unitnya.

Bulan lalu, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ke empat tersangka sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Watampone. Namun penyidik kejaksaan setelah dipelajari, ada beberapa unsur yang tidak terpenuhi sehingga penyidik mengembalikan berkas itu.

Seperti di lansir Tribun Timur,  Penyidik tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone meminta kepolisian segera melimpahkan empat tersangka dugaan korupsi pengadaan tas PPS-PPK dan alat tulis kantor KPU Bone.

"Berkas tahap dua keempat tersangka masih ditunggu," kata Kasipidsus Kejari Bone, Muhammad Tasbih, Rabu (19/2/2014) ditemui Tribun diruang kerjanya, Jl Yos Sudarso. (soel)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer