Home » » Nasabah Keluhkan Pelayanan Kas keliling BRI Bombana

Nasabah Keluhkan Pelayanan Kas keliling BRI Bombana

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 03 Februari 2014 | 10:55 PM


Kabarsulawesi.com – Bombana : Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah berkomitmen melayani masyarakat kecil, sehingga wajar saja kalau slogannya “melayani sepenuh hati”, ternyata hanya slogan semata, justru sebaliknya, “melayani setetengah hati ?”
 
Setidaknya itu di pertontonkan staf pelayanan BRI Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang tidak melayani nasabahnya dengan sepenuh hati, padahal sejumlah nasabah BRI saat itu akan menyetor atau mengirim uang ke sanak-saudaranya di tempat lain dan membutuhkan dana cepat.

Adalah Asis, warga SP2 kecamatan Lantari Jaya, Bombana, siang itu sekitar pukul 2 siang, 3 Februari 2014, mendatangi mobil yang digunakan sebagai kantor Kas Keliling BRI Cabang Bombana yang setiap harinya mangkal di dekat pasar di Kecamatan tersebut. Saat itu Asis ingin menyetor uangnya sebesar 2,5 juta untuk dikirimkan ke keluarganya di daerah lain, dan uang tersebut sangat dibutuhkan untuk membayaran kost rumah dan keluarganya yang sedang sakit.

Namun Asis merasa kecewa sebab, sebab dia tidak bisa mengirim uang yang sangat dibutuhkan keluarganya itu, setelah mendapat jawaban dari petugas BRI bahwa sudah tutup.


“Tidak seperti biasanya, kantor kas keliling BRI biasanya tutup jam tiga sore, dan tidak disampaikan sebelumnya, padahal saya sudah mengantri selama 15 menit.” Keluh Asis.

Asis mengakui, tidak saja dirinya yang bernasib sial siang itu, tapi puluhan nasabah juga merasakan hal serupa. Malah katanya, ada beberapa nasabah bank ingin menyetor uangnya hingga puluhan juta, tapi tidak dilayani. Padahal menurut Asis, kehadiran Kas keliling BRI di SP2 untuk melayani masyarakat pasar dan para penambang emas yang ada ditempatnya.

“Selain itu, petugas Kas Keliling BRI ini tidak mengatur para nasabah yang akan menyetor uang. Mestinya harus ada antrian berdasarkan pengambilan nomor. Namun kali ini tidak, sehingga terjadi saling serobot”. Aku Asis 

Yang  sangat disesalkannya, sebab dirinya meminta kebijakan pihak petugas BRI agar uang yang disetorkannya itu dapat dikirim, namun pihak petugas BRI tidak menggubrisnya. Malah kata Asis, dirinya ditakut-takuti oleh Petugas BRI dengan menyebut kakeknya yang pensiunan tentara. (soel)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer