Home » » AKBP. Moh. Hidayat B, SH.SIK.MH Narasumber Workshop Nasional Perikanan

AKBP. Moh. Hidayat B, SH.SIK.MH Narasumber Workshop Nasional Perikanan

Written By Redaksi kabarsulawesi on Sabtu, 05 April 2014 | 11:27 PM


Kabarsulawesi.com – Selayar : Nama Kapolres Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, AKBP. Moh. Hidayat B, SH.SIK.MH yang baru setahun memimpin institusi kepolisian di daerah ujung selatan provinsi Sulsel itu, meroket dalam seketika.

Ketegasannya dalam menangani kasus illegal fishing yang diawali dengan pengungkapan dan penangkapan seribu dua ratus zak pupuk cap matahari untuk bahan baku pembuatan bom ikan sampai dengan penangkapan para pelaku pemilik pupuk bahan baku bom ikan berjumlah puluhan zak membuat nama Moh. Hidayat melejit melalui pemberitaan sejumlah media nasional, cetak dan elektronik. 

Dalam waktu bersamaan, jajaran kepolisian Polres Kepulauan Selayar bersama instansi berkompoten dimulai dari Satuan Polair, Balai Taman Nasional Takabonerate, Sileya Scuba Divers (SSD,red) bersama sejumlah instiusi lain berhasil meraih beragam bentuk penghargaan berbasis penyelamatan lingkungan hidup.  Penghargaan-penghargaan tersebut, datang langsung dari Kapolri dan Kapolda Sulselbar.

Memasuki medio bulan April 2014, Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP. Moh. Hidayat B, SH.SIK.MH mendapatkan kehormatan untuk tampil mendampingi Kepala Laboratorium Forensik Cabang Makassar, Kombes. Pol. Drs. Nursambran, M.Si pada rangkaian workshop nasional peningkatan kemampuan tekhnis pengawasan sumberdaya kelautan yang dipusatkan di Toraja Room, Hotel Sahid Makassar, beberapa hari lalu.

Kepala Laboratorium Forensik, Kombes Pol. Drs. Nursambran, M.Si dan Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP. Moh. Hidayat B, SH.SIK.MH tampil bersama menjadi pemateri kegiatan Workshop Nasional Peningkatan Kemampuan Tekhnis Pengawasan Sumberdaya Kelautan yang diselenggarakan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan.

Workshop yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan ini  dikemas dalam bentuk diskusi dengan mengetengahkan thema sentral “Meningkatkan Peran Polsus PWP3K Dalam Rangka Mewujudkan Industrialisasi Kelautan Dan Perikanan Dengan Pendekatan Blue Economy”

Mengawali paparan materinya dihadapan para peserta yang terdiri dari peneliti perikanan dan Polsus seluruh Indonesia, Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP. Moh. Hidayat B, SH.SIK.MH menekankan,  dedikasi dan pengabdian seorang polsus bukan hanya sekedar merupakan panutan dan teladan.

Akan tetapi, dedikasi dan pengabdian Polsus, sangatlah penting maknanya, bagi kemajuan bangsa dan negeri ini. Dengan modal dedikasi dan pengabdian, negara Indonesia, dipastikan akan melaju menuju negara industrialisasi Kelautan dan Perikanan masa depan.

Oleh karenanya, Polsus bersama penyidik pegawai negeri sipil kelautan, dituntut untuk dapat bersungguh-sungguh melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara profesional dengan meningkatkan fokus perhatiannya pada upaya menekan tingginya angka kejahatan illegal fishing di Indonesia.

Aparat polsus diharapkan dapat memberikan perhatian extra dan pola pengawasan yang super ketat terutama kepada daerah-daerah pesisir yang rentang menjadi alur penyelendupan pupuk bahan baku bom ikan dan sasaran penangkapan sumberdaya laut secara tidak ramah lingkungan melalui penggunaan bom, bius serta peralatan-peralatan tidak ramah lingkungan lainnya.
Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP. Moh. Hidayat B, SH.SIK.MH. Tampil Menjadi Narasumber Workshop Nasional Perikanan

Sebagai pengantar materi, Moh. Hidayat B, SH.SIK.MH banyak melakukan pemutaran film dokumenter yang berisikan paparan Visi dan Misi, serta filosofi Polres Kepualauan Selayar dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai aparat pengayom masyarakat.  

Materi awal lebih banyak menyinggung persoalan tekhnik pengumpulan, penanganan barang bukti kasus penangkapan ikan dengan menggunakan bom, bius, dan sianida, serta strategi jitu untuk menekan fluktuasi kejahatan illegal fishing melalui pola pendekatan kemasyarakatan dan pembukaan lapangan kerja baru yang lebih ramah lingkungan dan tidak merusak kehidupan alam bawah laut.

Pola pendekatan tersebut diantaranya telah dituangkan aparat Polres Kepulauan Selayar dalam bentuk “Deklarasi stop illegal fishing, Penandatanganan Fakta Integritas, kursus membatik di kalangan istri nelayan, pola pemberdayaan nelayan pesisir melalui program kerjasama dengan pengusaha perikanan dari luar daerah termasuk memberikan bantuan kemudahan dari sisi ketersediaan fasilitas seperthalnya, penyediaan es balok dan perlengkapan melaut gratis lain yang menjadi kebutuhan nelayan.

Dia juga sempat mengemukakan beberapa langkah terobosan yang selama ini digunakannya untuk menyiasati upaya pelestarian lingkungan pantai  dari ancaman kerusakan sebagai akibat dari kegiatan illegal fishing melalui peningkatan sinergitas kerjasama dengan instansi-instansi terkait mulai dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Balai Taman Nasional Takabonerate, Dinas Pendidikan Nasional, dan kerjasama transparansi media.

Sejumlah program berbasis penyelamatan lingkungan hidup direncanakan dan dilaksanakan bersama-sama melalui kegiatan pembersihan areal kampung penyu di Dusun Tulang, Desa Barugaiya, Kecamatan Bontomanai yang dilanjutkan dengan pembentukan kampung penyu, pelepasan tukik, pembentukan da’i terumbu karang, dan organisasi pemuda pelindung penyu. 

Pembuatan lagu bertajuk lingkungan hidup berjudul “JLAH”  (Jagalah Lautmu atau Hancur) yang dilanjutkan dengan program sosialisasi lagu, “JLAH” ke level, pemerintah kabupaten, sekolah-sekolah, warga binaan rumah tahanan, rumah makan, warung kopi dan tempat-tempat umum lain, dinilai, Moh. Hidayat cukup memberikan kontribusi yang sangat luar biasa terhadap kelestarian terumbu karang dan pertumbuhan kehidupan biota-biota laut dilindungi.

Strategi lain dituangkan melalui program sosialisasi jumling yang merupakan singkatan dari jum’at keliling. Kegiatan ini dilaksanakan secara continue pada setiap hari Jum’at dengan salah satu tujuan pentingnya adalah untuk mensosialisasikan efek hukum dan dampak negatif kejahatan illegal fishing terhadap keberlangsungan pertumbuhan terumbu karang serta biota-biota laut lain yang terdapat di dalamnya.

Kesemuanya diakui Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP. Moh. Hidayat B, SH.SIK.MH merupakan bahagian yang tak terpisahkan dari upaya penanggulangan (Blast And Cyanide Fishing). Selebihnya, dituangkan aparat kepolisian Polres Kepulauan Selayar melalui kegiatan penegakan hukum (tindak pidana) dan penanganan barang bukti tindak pidana kegiatan illegal fishing dalam segala bentuknya, termasuk melakukan penindakan terhadap para pembeli dan penadah pupuk bahan baku bom ikan. (fadly syarif)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer