Home » » Harga Jagung di Gorontalo Anjlok

Harga Jagung di Gorontalo Anjlok

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 22 April 2014 | 5:30 PM

Kabarsulawesi.com – Gorontalo :  Sejumlah petani di Gorontalo mengeluhkan anjloknya harga jagung yang sering terjadi di daerah tersebut.

Salah seorang petani di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango Yeki Manuweke mengatakan, harga jagung anjlok terutama saat musim panen.

"Musim panen belum lama ini, jagung saya hanya diambil senilai Rp1.800 per kilogram. Untuk itu, Kami mohon ada penetapan harga dari pemerintah," katanya di Gorontalo, Selasa (22/4).

Hal senada juga disampaikan petani dari Kecamatan Tapa, Rahman Talangi yang mengeluhkan permasalahan harga, serta kesulitan yang dihadapinya dalam mengolah lahan.
"Ketika musim tanam, harga jagung cukup tinggi. Tetapi memasuki musim panen, harganya langsung anjlok. Kami juga sangat kesulitan dalam pengolahan lahan, karena sewa alsintan sangat mahal. Per hektarnya bisa habis Rp1 juta," ungkapnya.

Menanggapi itu, Wagub Gorontalo Idris Rahim menegaskan bahwa untuk menjaga harga jagung agar tidak turun, Pemprov Gorontalo akan membuat standar harga jagung dengan mengacu pada harga nasional dan luar negeri.

"Kita akan kaji dan akan buat standar harga yang tentunya berpihak kepada petani. Dan standar harga ini hanya berlaku di Gorontalo," tukasnya.

Tetapi ia juga meminta kepada petani untuk dapat menjaga kualitas panennya, karena harga sangat ditentukan oleh kualitas jagung itu sendiri.

Lebih lanjut Idris mengatakan, pangsa pasar jagung dari Provinsi Gorontalo cukup besar.
Hal itu terungkap pada pertemuannya dengan Gubernur Jawa Timur beberapa waktu lalu, di mana daerah tersebut masih memerlukan sekitar 5 ribu ton jagung dari Gorontalo untuk diolah menjadi pakan ternak. (Ary/ant/ sumber : http://www.rimanews.com/node/149116)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer