Home » » Keamanan Jelang Pemilu Masih Kondusif, TNI Siagakan 30 Ribu Personel

Keamanan Jelang Pemilu Masih Kondusif, TNI Siagakan 30 Ribu Personel

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 04 April 2014 | 3:58 PM


Kabarsulaesi.com – Jakarta : Situasi keamanan pada tahun pemilu, baik pada Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres) ini masih terkendali. Demikian diungkapkan Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

"Sampai sekarang saat ini tidak ada indikasi yang aneh-aneh," ujar Moeldoko usai bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (3/4/2014).

TNI tengah menyiagakan 30 ribu personel untuk mengamankan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang berlangsung 9 April dan 9 Juli 2014 di seluruh Indonesia.

"Personel yang sudah siaga 30 ribu prajurit. Tapi, ada pasukan yang `stand by` di asrama," kata Panglima TNI saat acara "coffee morning" di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat.

Moeldoko mengaku dirinya telah mengirimkan surat perintah siaga sejak 4 April 2014 hingga waktu yang ditentukan untuk pengamanan pemilu. Sifat personel siaga di sini artinya, baru akan bergerak jika diminta oleh pihak kepolisian.

"Jika polisi meminta, saat itu juga akan bergerak," tuturnya seraya mengatakan terdapat "low intensity conflict", "medium intensity conflict", dan "high intensity conflict".

Moeldoko yang pernah menjabat sebagai Kepala Satuan TNI AD (KSAD) ini mengatakan, meski kondisi tergolong dalam keadaan kondusif, pihaknya tetap melakukan pengamanan.
"Sudah kita siapkan, enggak ada masalah. Saya dengan Kapolri (Jenderal Pol Sutarman) sudah kerja keras untuk amankan itu," ucap Moeldoko.

Dengan demikian, Moeldoko berharap segala bentuk pengamanan yang telah dikoordinasikan dengan pihak Kepolisian ini dapat berlangsung dengan baik.
"Saya meyakini apa yang telah disusun akan berjalan dengan baik," kata Moeldoko

 

Moeldoko menyebutkan, untuk masalah konflik yang rendah hingga konflik medium, masih dipegang oleh Polri untuk mengamankan.

Tapi kalau sudah intensitas konflik yang tinggi, maka TNI pasti atas dasar kalkulasi itu akan dikerahkan.

"Sikap TNI jelas pertaruhkan segalanya untuk jaga keamanan negeri ini. Kalau situasi ini dalam kondisi kami kalkulasi bahayakan negara Panglima TNI berdiri paling depan," ucap Moeldoko, menegaskan.

Ia menambahkan, TNI juga akan ikut membantu mengamankan para capres. Pengamanan para capres ini menjadi perhatian serius presiden.

"Secara hukum, TNI hanya mengamankan presiden dan mantan presiden dan wakil presiden. TNI secara hukum belum punya tugas mengamankan capres. Tapi bukan tidak mau tahu, pengamanan sudah kita lakukan," ujar Moeldoko, tanpa menjelaskan lebih lanjut pengamanan seperti apa yang telah dilakukannya.

 

 


Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer