Home » » Pemkot Resmi Launching Program Palu Zero Poverty

Pemkot Resmi Launching Program Palu Zero Poverty

Written By Redaksi kabarsulawesi on Sabtu, 26 April 2014 | 8:08 AM



Kabarsulawesi.com – Palu : Pemerintah Kota Palu melalui program Palu Zero Poverty, menargetkan dalam waktu tiga tahun kedepan, angka kemiskinan Kota Palu dapat ditekan dibawah angka lima persen. Hal ini sebagai upaya Pemkot untuk memperdayakan masyarakat miskin agar dapat meningkat harkat martabatnya sebagai manusia  adalah juga perintah agama serta amanat konstitusi negara.

Gambaran inilah yang menjadi gaung dilaksanakannya acara puncak dari launching program Palu Zero Poverty di lapangan Vatulemo Palu pada (22/4). Sejumlah tokoh penting hadir dalam acara tersebut diantaranya Gubernur Sulteng, H Longky Djanggola, Wagub Sulteng H Sudarto, Walikota Palu, H Rusdy Mastura, Wakil Walikota Palu, H Andi Mulhanan Tombolotutu, perwakilan dari Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa dari Kementerian Dalam Negeri.

Sejumlah pejabat teras lainnya juga nampak hadir termasuk juga dari mitra Pemkot seperti perwakilan dan bank, tokoh masyarakat dan warga penerima bantuan dari program zero poverty. Walikota Palu, H Rusdy Mastura di hadapan sejumlah pejabat dan ribuan tamu undangan lainnya mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan secara semarak dilapangan vatulemo ini adalah hasil dan buah dari ketahanan dalam pergulatan panjang yang melibatkan kekuatan pikiran, kesungguhan bertindak dan keikhlasan dalam berbuat.

Kami mengetahui tentang panjangnya diskusi dan berbagai rangkaian kegiatan yang intens dilakukan sehinga program ini dapat dilaunching bersama pada saat ini. sebab kami mengetahui betul bahwa kegiatan ini berawal dari sebuah ide dan ketulusan berbuat untuk kebaikan masyarakat, khususnya masyarakat miskin kota palu.

Walikota Palu, H Rusdy Mastura menyempatkan diri foto bersama dengan warga yang telah meraih prestasi dalam program padat karya.

Dengan perasaan bangga dan haru bahwa akhirnya kegiatan inipun  dapat terlaksana sebagai bentuk kongkrit dari sebuah gagasan yang secara konseptual siap dioperasionalkan serta dilaksanakan di tengah masyarakat.

“Kamipun mengetahui bahwa banyak pihak yang telah terlibat serta melibatkan diri dalam rangkaian proses ini, baik yang berasal dari kalangan birokratnya, akademisi, lembaga swadaya masyarakat dan aktivis pers. semuanya berkumpul untuk saling mempertukarkan berbagai informasi, keterampilan dan metoda sehingga harapannya kegiatan ini dapat berkontribusi nyata, disatu sisi, dapat mereduksi angka kemiskinan dikota palu dan kedua dapat menguatkan kelembagaan masyarakat, sembari mengejar target pembangunan kota palu yang pro green, pro  job dan pro poor,”katanya.

Program zero poverty tahun 2014, ini masih diarahkan untuk 2.163 rumah tangga sasaran dari keseluruhan jumlah penduduk miskin di kota palu, yang berjumlah 13.673 rumah tangga, yang berarti baru mencapai 15,3 %.  sehingga keterlibatan semua pihak baik ditingkat pusat maupun ditingkat provinsi serta dunia swasta sangat diharapkan dapat mensumbangsihkan sumberdayanya untuk memperluas cakupan peserta program zero poverty pada tahun depan.

Mengapa ini harus dilaksakan secara bersama oleh semua pihak yang peduli? jawabannya adalah karena kegiatan memperdayakan masyarakat miskin agar dapat meningkat harkat martabatnya sebagai manusia  adalah juga perintah agama serta amanat konstitusi negara kita, sehingga wajib untuk dilaksanakan.

Filosifi dari kegiatan ini yaitu bahwa tidak boleh ada satu orang pun masyarakat kota palu yang terlewat dan terabaikan dari pelayanan pemenuhan hak dasar warga, baik pendidikan, kesehatan maupun lapangan kerja. Sehingga melalui kegiatan zero poverty ini, pemerintah kota palu menargetkan dalam waktu 3 (tiga) tahun kedepan, angka kemiskinan kota palu dapat ditekan dibawah angka 5 persen.

Karena itulah berbagai kegiatan yang saat ini didorong oleh pemerintah kota palu dan propinsi sulawesi tengah dengan cara mengintervensi stimulus ekonomi makro, seperti  merangsang pembukaan investasi padat modal melalui kawasan ekonomi khusus (kek) dan peningkatan laju ekonomi daerah secara lebih berkualitas.  maka sangat diharapkan target penurunan kemiskinan kota palu dapat tercapai.

“Selaku walikota Palu saya berharap bahwa inisiatif masyarakat miskin kota palu, dapat dimanfaatkan sebagai daya pengungkit terberdayakannya berbagai institusi lokal yang telah ada dikomunitas, sehingga harapannya proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program zero poverty dapat dilakukan secara partisipatoris, sehingga efek diferensial program zero poverty seperti penurunan angka kemiskinan, terciptanya lingkungan yang bersih, indah dan hijau serta  dapat menguatkan kohesi sosial serta meminimalisir terjadinya friksi yang tidak dikehendaki ditengah masyarakat Kota Palu,”ujarnya.

Seraya menambahkan jika pada tahun ini program zero poverty bisa berjalan dan menghasilkan keluaran seperti yang diharapkan bersama, maka sangat diharapkan kegiatan seperti ini dapat diteruskan serta lebih diperluas dengan bantuan serta support dari pemerintah provinsi sulawesi tengah, sehingga harapannya dapat lebih mempercepat pencapaian sasaran yang telah digariskan. Sumber (tim humas dan Protokol Kota Palu)


Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer