Home » » Pesta Narkoba di Ultha Dokter Fero

Pesta Narkoba di Ultha Dokter Fero

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 04 April 2014 | 4:25 PM


ilustrasi
Kabarsulawesi.com – Sulut : Dokter Fero, ditangkap polisi gara-gara merayakan hari ulang tahunnya dengan menggelar pesta sabu bersama rekan-rekannya. Fero menggelar pesta sabu itu di hotel mewah berbintang lima pada Selasa (1/4/2014).

Fero alias FR, warga Malalayang terpaksa harus berurusan dengan polisi. Dia yang berprofesi sebagai seorang dokter dan bertugas di Rumah Sakit Noongan Kabupaten Minahasa, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena terbukti sebagai pengguna Narkoba.

Termasuk Fero, terdapat 10 orang yang berada di ruang VVIP bernomor 1002 yang disewa Rp 2,6 juta semalam itu. Di atas meja sudah ada sajian berupa puluhan butir ekstasi dan sabu dan alat pengisapnya alias bong.

Saat hendak memulai pesta, tiba-tiba anggota Res Narkoba pun tiba dan kemudian menciduk Fero bersama dengan rekannya yakni wanita berinisial YL (31) merupakan seorang kontraktor di Manado tinggal di Kecamatan Mapanget dan lelaki, NK, 27, pengangguran lebih sering tinggal di Jakarta. Penggerebekan itu, menjadi kejutan ulang tahun yang mungkin tak akan dilupakan oleh dokter yang bertugas di Noongan, Kabupaten Minahasa Tenggara.

Bersama Fero, polisi juga menahan seorang perempuan, YL (31), warga Mapanget, yang berprofesi sebagai kontraktor. Ada juga NK (27), pengangguran yang lebih sering tinggal di Jakarta.

Dari penggerebekan tersebut, polisi mengamankan barang bukti 10 butir pil ekstasi berlogo dolar, 2 paket sabu dengan berat kotor 2 gram, seperangkat alat hisap dan pipet, serta empat unit alat komunikasi.

Direktur Narkoba Polda Sulut Komisaris Besar Krisno Siregar, Kamis (3/4), mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat.

Tim kemudian melakukan penyelidikan hingga mengarah di salah satu hotel ternama. Mendapatkan kesempatan tepat, malam itu polisi langsung melakukan penggrebekan di kamar 1002 tempat dimana tiga pelaku tinggal. “Begitu masuk polisi mendapati 10 orang berada di rungan VVIP yang harganya Rp2,6 juta, waktu itu mereka sementara merayakan pesta ulang tahun dari pelaku FR. Diduga pada saat itu juga mereka akan persiapan pesta narkoba karena sudah dipersiapkan alat isap di atas meja,” katanya lagi.

NK tidak membantah memiliki narkotika tersebut. Dia mengaku barang haram itu dibawa karena dia sering ke Jakarta. Mereka melakukan transaksi di parkiran sebuah diskotik di Jakarta Barat. Kenapa barang haram tersebut bisa masuk ke Manado? Krisno Siregar mengungkapkan, masuknya barang haram tersebut ke Manado menggunakan jasa penerbangan. Sabu dan pil ekstasi tersebut disimpan di dalam sepatu berujung.

Pelaku NK tersebut pun belum bisa dipastikan sebagai pengedar. “Jadi kami hanya menciduk tiga orang saja yakni FR, NK dan YL. Tujuh orang lainnya kami lepas karena tidak terbukti pengguna. Mereka sendiri rencananya selesai dari kamar hotel akan melanjutkan acara di tempat karaoke,” terangnya.

Tim kemudian melakukan penyelidikan hingga mengarah ke satu hotel ternama. Mendapatkan kesempatan tepat, malam itu polisi langsung meggerebek kamar yang ditempati tiga orang tersebut.

Begitu masuk, polisi mendapati 10 orang berada di ruangan VVIP yang harganya Rp 2,6 juta. Waktu itu mereka sementara merayakan pesta ulang tahun dari pelaku FR. Diduga pada saat itu juga mereka akan persiapan pesta narkoba karena sudah dipersiapkan alat isap di atas meja. (soel)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer