Home » » Sejumlah Ketua Partai di Sulsel Terganjal Ke Senayan

Sejumlah Ketua Partai di Sulsel Terganjal Ke Senayan

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 23 April 2014 | 8:32 AM

Kabarsulawesi.com – Makassar : Hingga Selasa (22/4/2014) pukul 21.30 wita, penyelenggara pemilu level provinsi, Komisi  Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, mengkonfirmasikan baru menerima bundelan berkas rekap 17 dari  24 kabupaten/kota yang menyetorkan hasil rekapitulasi ke posko sekretariat penghitungan  KPU Provinsi di Hotel Grand Clarion, Jl AP Pettarani, Makassar.

Ke-tujuh kabupaten itu adalah, Gowa, Bone, Toraja Utara, Luwu, Bulukumba, Kota Palopo, dan Selayar.  Rekap level provinsi baru akan berakhir Kamis 24 April, lusa. 

Pleno rekapitulasi suara KPU Sulsel ini selain untuk menentukan siapa partai pemenang pemilu di Sulsel, juga untuk mengetahui 75 anggota DPRD Sulsel yang akan duduk di parlemen provinsi periode 2014-2019.

Namun dari hasil rekap sementara yang dikumpulkan Tribun dari 24 daerah ini dan keterangan sejumlah pimpinan parpol level provinsi, setidaknya ada 33 ketua partai politik di Sulsel yang gagal masuk ke parlemen.

Keterangan mayoritas caleg gagal itu diperoleh dari keterangan elite 3 parpol (PAN, Nasdem, dan Gerindra). Ada juga dari hasil rekapitulasi suara resmi, seperti di Bone.

Mereka adalah ketua parpol tingkat kabupaten/kota.  Sebagian besar bersaing masuk ke parlemen di kabupaten yang dipimpinnya, ada juga yang maccaleg di DPRD provinsi dan atau DPR-RI.
Ada setidaknya 288 ketua dari 12 parpol level tingkat dua atau cabang di Sulsel. Sedangkan ada 12 ketua parpol level wilayah atau provinsi.

Tidak semua katua parpol maccaleg. Juga tidak semua ketua parpol yang maccaleg gagal. Banyak juga yang sukses masuk parlemen.

Setidaknya dalam catatan Tribun, hingga tadi malam, ada delapan ketua yang lolos, seperti Ketua Nasdem Kota Makassar, Andi Rahmatika Dewi Yustisia (caleg DPRD Sulsel), Partai Demokrat, Adi Rasyid Ali (caleg DPRD Makassar),  Plt Ketua DPC PPP, M Taufiq Zainuddin (caleg DPRD Sulsel).,
Ketua DPD Nasdem Selayar, Ady Ansar, Ketua DPD Nasdem Bantaeng, Muhammad Yusuf, Ketua DPD nasdem Luwu Utara, Nurmaedah.

Di level ketua provinsi, sejauh ini baru Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi, yang dipastikan lolos dari dapil 1 Sulsel ke parlemen provinsi.

Sementara yang menunggu hasil adalah Ketua DPW PPP Sulsel Amir Uskara (DPR-RI Dapil Sulsel 1), Ketua DPD PKPI Sulsel Suzanna Kaharuddin (Dapil Sulsel IV Jeneponto, Bantaeng, Selayar), Ketua DPD Nasdem Sulsel Mubyl Handaling (dapil Sulsel 1 DPR-RI), Ketua DPW PKS Sulsel Andi Akmal Pasluddin (DPR-RI Sulsel II), Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad (Dapil 9 Sulsel DPRD Sulsel), Ketua DPP Partai Hanura Ambo Dalle (Dapil Sulsel III/DPR RI).

Meski hanya menjabat Ketua harian DPD Golkar Kota Makassar, Haris Yasin Limpo juga tak lolos ke parlemen kota dari dapil Makassar 1 (Makassar, Ujungpandang, dan Rappocini).  Ketua DPD II Golkar Kota Makassar Supomo Guntur tak maccaleg. Ia masih menjabat wakil wali kota Makassar yang masa jabatannya berakhir 7 Mei 2014 mendatang.

Dia senasib dengan Ketua DPD PAN Makassar Busrah Abdullah, yang pernah menjadi calon wakil wali kota berpasangan dengan Irman Yasin Limpo.

Ketua DPD I Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo bersama Ketua DPD PDIP Sulsel (HZB Palaguna), Ketua DPD Gerindra (Latinro Latunrung), dan Ketua DPD Partai Demokrat (Ilham Arief Sirajuddin), tidak menjadi caleg.

Di level kota, Ketua DPC Partai Gerindra, Nadham Yusuf juga tak macalleg, seperti halnya enam Ketua DPD Partai Nasdem; Kamal Yusuf (Luwu), A Hendra Pabenangi (Soppeng), Naharuddin (Maros), Sofyan Hamid (Pangkep), A Nataluddin (Parepare), dan Kamaluddin Jaya (Bulukumba).

Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel bakal evaluasi kader dan calon legislatornya usai pemilu. Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi menilai, pihaknya tentu akan mengevaluasi hasil kinerja caleg dan kinerja kadernya namun, tidak sampai pada pembahasan pergantian maupun pertukaran jabatan dalam struktur partai.

"Kandasnya sejumlah Ketua DPD PAN harus dilihat dalam kerangka pranata demokrasi yang berlaku. Kita menganut sistim proporsional terbuka. Tidak ada keistimewaan yang dimiliki ketua partai," jelas Kahfi, Selasa (22/4/2014).

Sementara itu, Ketua DPD PAN Makassar, Busrah Abdullah menilai pemilu tahun ini merupakan pemilu yang berbeda "Saya rasa itu perlu. Kita harus berbenah lagi supaya pergerakan partai tidak stagnan," kata Busrah.

Busrah juga mengutarakan pendapatnya soal pemilu tahun ini yang hanya akan menghasilkan wakil rakyat yang tidak berbobot karena lolos dari pemilu yang juga tidak berbobot.

Kegagalan ketua DPC partai juga melanda Gerindra Sulsel. Mereka pun terancam digantikan karena dinilai tidak layak menjadi "tulang punggung" partai. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Gerindra Sulsel, Rifai Mappeaty, Selasa (22/4).

"Nanti setelah pemilu kita evaluasi kader. Banyak yang tidak bekerja maksimal," kata Rifai kepada Tribun saat bersama Ketua DPC Gerindra Takalar, Indar Jaya di Warkop Sija, Makassar.

Ketua DPW Gerindra Sulsel, La Tinro La Tunrung juga sependapat dengan itu. "Kita harus perbaiki kekurangan agar langkah jelas arahnya. Adapun soal pergantian nanti kita lihat apakah itu perlu apa tidak," tutur La Tinro via telepon.

Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) Indonesia Sulsel juga bakal mengevaluasi seluruh kader dan calegnya setelah pemilu.

Evaluasi itu bukan bagi kader yang gagal meraih kursi tapi untuk kader yang ketahuan bekerjasama dengan caleg partai lain dan caleg dengan perolehan suara melebihi perolehan caleg DPR RI. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Dewan Kehormatan PDIP Sulsel, Andi Ansyari Mangkona kepada Tribun, Selasa (22/4).

"Kader dan caleg yang kerja sama dengan caleg partai lain dalam pemilu ini akan kita evaluasi, kalau perlu kita pecat," kata Ansyari yang ditemui di Hotel Clarion bersama Bendahara PDIP Sulsel Ridwan Wittiri, Sekretaris PDIP Sulsel, Rudy Piter Goni dan Ketua Bappilu Sulsel Ikbal Arigin.

Sekretaris PDIP Sulsel, Rudy Piter Goni dan Ridwan Wittiri sepakat peningkatan perolehan partainya tahun ini. "Kita mau menghadapi Pilpres jadi harus berbenah. Kalaupun ada yang dianggap perlu perubahan tentu akan kita ubah, " tutur Rudy.

Soal kegagalan sejumlah ketua DPC PDIP kabupaten/kota, Rudi Pieter Goni, tak bersedia berkomentar banyak. Termasuk membicarakan kegagalan Ketua DPC PDIP Makassar Bahar Mahmud melenggang kembali ke parlemen.(cr10/ham/yud/edi/ziz/won/ sumber tribun.com)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer