Home » » Dua Tersangja Proyek PLTS Pulang Sembilang

Dua Tersangja Proyek PLTS Pulang Sembilang

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 29 Mei 2014 | 1:13 AM

Kabarsulawesi.com - Sinjai : Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Kodingareng dan Batanglampe Kecamatan Pulau Sembilan tahun anggaran 2013 lalu senilai Rp 2,744 miliar

Kedua orang tersangka tersebut yakni Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Kabupaten Sinjai, Andi Mulawangsa  dan Direktur PT Panrita Elektrikal, Ambo Upe.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Kabupaten Sinjai Andi Mulawangsa saat dihubungi mengaku kaget terkait penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejari Sinjai.

Menurutnya, apa yang disangkakan kepadanya tidak berdasar. Ia  merasa selama ini justru sangat berhati-hati dalam mengawal proyek tersebut. Sejak akhir februari kemarin realisasi fisik telah rampung. “240 titik di 2 pulau (Batanglampe dan
kodingareng,red) sudah teraliri listrik," Ujar Andi Mulawangsa di Sinjai (23/5).

Menurut Andi Mulawangsa selain memasang Kwh di 240 titik, realisasi proyek
itu juga meliputi pengadaan modul 80 buah, baterai 80 buah, inferter 2
buah dan beberapa perangkat lainnya.

Namun dia mengakui terdapat beberapa item pekerjaan yang dilaksanakan oleh rekanan yang tidak sesuai dengan spesifikasi awal, namun hal tersebut telah menjadi cacatan inspektorat dan sudah kami tindaklanjuti dan sampaikan kepada rekanan. Makanya sampai saat ini sebagian dana tidak dibayarkan kepada rekanan dan telah dikembalikan ke kas negara.

" Itulah resiko jabatan. Saya sudah berusaha untuk mengawal dengan baik proyek ini dan selalu berkoordinasi dengan Inspektorat  Kabupaten namun tak tahunya ditetapkan sebagai tersangka," Tandasnya.

Terpisah, Jaksa Muda Pidana Khusus (JAMPIDSUS) Kejari Sinjai, Irwan mengatakan penetapan kedua tersangka karena diduga bekerjasama dan mengetahui bahkan dengan sengaja melakukan penyelewengan dana terkait pengadaan material dan sejumlah alat-alat pada proyek PLTS tersebut.

Kabar ditetapkannya Mulawangsa dan Ambo Upe sebagai tersangka, p menguat setelah Kejari Sinjai berhasil mengumpulkan sejumlah keterangan dari saksi-saksi. Dalam kasus ini  kejaksaan menduga bahwa proyek itu dikerjakan tidak sesuai dengan kontrak hingga terjadi kerugian negara hingga ratusan juta rupiah.

“Iya benar, untuk sementara ini baru ada dua orang yang secara resmi ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Irwan.

Pihak Kejaksaan,  lanjutnya masih akan terus melakukan  pemeriksaan kepada beberapa saksi yang  terkait dengan proyek pembangunan PLTS di Pulau Sembilan.

”Insya Allah pekan depan akan ada  lagi yang dipanggil. Inikan masih sementara dan tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru,” ungkap Irwan.(th).

Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer